GKR Hemas: Presiden harus Turun Tangan Perbaiki Kawasan Bopunjur

   •    Selasa, 05 Mar 2013 21:30 WIB
GKR Hemas: Presiden harus Turun Tangan Perbaiki Kawasan Bopunjur
MI/Ardi/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan dalam mengatasi masalah tata ruang kawasan Bogor Puncak -Cianjur.

"Sebagian Jakarta kembali dilanda banjir besar mulai Selasa (5/3) dini hari. Presiden lebih baik turun tangan membenahi karut marut tata ruang kawasan Bopunjur yang tidak selesai-selesai, meskipun sudah banyak aturan untuk menjaga kawasan tersebut," kata Hemas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3).

Kawasan tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena hutan lindung dan area resapan hujan semakin berkurang di daerah aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane, termasuk di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Hal itu disebabkan oleh berkembangnya lahan pemukiman dan pertanian sehingga dapat berpotensi menyumbang banjir besar di Jakarta dan sekitarnya. "Bila Presiden tidak segera mengambil langkah tegas,  Jakarta akan tenggelam," tambahnya.

Istri Sri Sultan Hamengkubuwono X itu menegaskan perlu diberlakukan sanksi tegas terhadap tindak pelanggaran terhadap aturan yang dimaksudkan untuk menjaga kawasan hutan lindung dan area resapan hujan, khususnya di kawasan Boponjur.

Peraturan sudah sangat jelas, lanjut dia, bahwa tidak boleh ada pembangunan vila atau bangunan semacam itu di kawasan hutan lindung dan hutan industri. Kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air, tambahnya.

"Nyatanya, bangunan-bangunan vila terus bermunculan, bahkan di dalam kawasan hutan lindung yang terlarang. Para pejabat setempat dan pusat sudah tidak berdaya. Waktunya Presiden turun tangan karena banjir Jakarta termasuk tanggung jawab pemerintah pusat," tegasnya. (Antara/Agt)


KPK Terima Surat Pemeriksaan Etik Fredrich dari Peradi

KPK Terima Surat Pemeriksaan Etik Fredrich dari Peradi

3 hours Ago

Peradi mengajukan surat pemeriksaan etik terhadap Fredrich ke KPK.

BERITA LAINNYA