Alasan Warga Bukit Duri Tolak Jemaah Ahmadiyah

Arga sumantri    •    Minggu, 14 Jun 2015 16:29 WIB
demo massa
Alasan Warga Bukit Duri Tolak Jemaah Ahmadiyah
Warga Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jaksel demo tolak jemaah Ahmadiyah, Minggu (14/6). Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah ulama dan warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan menolak keberadaan pengikut Ahmadiyah di wilayah mereka. Warga dan para ulama risih melihat kelompok Ahmadiyah itu kembali beraktivitas.

"Mereka ini memang tidak bergaul dengan warga, sendiri-sendiri saja. Warga juga tidak mau dekat-dekat. Mereka juga kan menolak Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Mereka punya nabi sendiri," kata seorang warga, Hajah Dedeh saat berbincang di depan markas Ahamdiyah di Jalan Bukit Duri Tanjakan, RT02 RW08, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2015).

Kegeraman warga memuncak lantaran santer kabar, warga melarang jemaah Ahmadiyah ibadah di mesjid setempat. Hal ini disampaikan tokoh ulama Bukit Duri, Ahmad Syakir.

"Padahal RT, ulama, dan lurah sudah datang baik-baik untuk mengajak mereka ibadah di masjid. Mereka malah bilang kami tidak mengizinkan salat bersama di masjid, itu kan kita difitnah," beber Syakir.

"Mereka akhirnya menggelar salat Jumat di tengah jalan, cuma tiga belas orang pula, ada perempuannya dua orang ikut salat Jumat, ajaran darimana itu," tambahnya.

Ketua RT02, Priyatno mengaku, beberapa kali berkomunikasi dengan jemaah Ahmadiyah yang tinggal di rumah nomor itu. Namun tak ada perkembangan, mereka tetap tertutup dan tak mau berbaur dengan warga.

"Sudah beberapa kali, kalau saya sih prinsipnya menjaga keamanan lingkungan saya saja, kalau soal agama itu bukan wewenang saya, ada para ulama, kyai di sini yang bisa menilai itu," kata Priyatno.

Tak kunjung mendapat respon dari para pengikut Ahmadiyah, warga akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di dekat markas Ahmadiyah. Sejumlah warga dan para ulama berkumpul menyuarakan penolakan segala bentuk kegiatan Ahmadiyah di Bukit Duri. Aksi ini juga dihadiri oleh petinggi FPI Jakarta, Habib Salim Alatas atau Habib Selon. Dia ikut dalam aksi unjuk rasa bersama warga Bukit Duri.

Pantauan di lokasi, tak satupun pengikut Ahmadiyah keluar dari dalam rumah untuk menanggapi aksi warga ini. Rumah dengan dinding pagar abu-abu itu sepi. Padahal, ada sejumlah sepeda motor markir di dalam pagar.

Seorang pria pengikut Ahmadiyah sempat terlihat ada di teras rumah itu. Namun dia pun hanya diam saat diminta warga untuk keluar. Beruntung tak ada aksi anarkis dari warga.

Jumat 12 Juni lalu, sejumlah warga dan massa FPI menyambangi markas Ahmadiyah di Bukit Duri itu. Situasi sempat memanas selepas salat Jumat, lantaran pengikut Ahmadiyah menggelar salat Jumat sendiri di jalan. Hanya 13 orang yang ikut salat saat itu, dua perempuan bahkan juga ikut salat Jumat.

"Boleh tanya pada ulama kyai manapun, apa benar salat Jumat hanya diikuti 13 orang? Ajaran darimana itu," ungkap Habib Selon.


(MBM)