Mentan: OP Bawang Merah Tidak Dijual Grosiran

Angga Bratadharma    •    Minggu, 14 Jun 2015 17:36 WIB
kementan ads
Mentan: OP Bawang Merah Tidak Dijual Grosiran
Menteri Petanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengecek operasi pasar (OP) bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Mentan mengimbau agar OP bawang merah ditujukan langsung ke konsumen, bukan secara grosiran.

Operasi ini dilakukan untuk mengecek efek dari operasi pasar yang dilakukan kemarin. Hasilnya, bila kemarin harga bawang merah di pasar Induk Keramat Jati Rp25.000 per kilogram (kg), hari ini harga terpantau turun menjadi Rp20.000 per kg setelah digelar operasi pasar komoditas bawang merah dengan harga Rp17.000 per kg.

"Harga pagi ini bawang merah super turun Rp20.000. Kemarin harga Rp25.000. Berarti operasi pasar ini efektif," ungkap Mentan Amran, dalam keterangan tertulisnya, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (14/6/2015).

Menjelang hari raya Lebaran, banyak harga kebutuhan pokok mulai naik, salah satunya bawang merah. Menurut Amran hal ini bukan karena faktor permintaan saja, melainkan faktor psikologis. Setelah menetapkan harga bawang merah di pasar, Amran tidak menginginkan adanya pedagang eceran nakal. 

Karena itu, lanjut Amran, operasi pasar bawang merah harus ditujukan dengan dijual langsung ke konsumen, bukan kepada bandar/grosir bawang merah. "Kita menjamin kestabilan harga hingga Lebaran. Karenanya ini dijual langsung ke konsumen, bukan secara grosir. Sehingga harga di pasar akan mengikuti, kalaupun lebih mahal, tapi tidak terlalu," jelas Mentan.

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan strategi pemangkasan rantai tata niaga yang mencapai tujuh rantai menjadi empat rantai. Menurut Mentan, panjangnya rantai tata niaga tersebutlah yang memicu melonjaknya harga bawang merah.

"Kita pangkas rantai tata niaga dengan bersinergi bersama Bulog. Kita pasok pasar bawang merah dengan mengambil langsung dari petani bawang yang saat ini didatangkan dari sentra bawang merah di Brebes," ujar Mentan.

Mentan Amran juga mengimbau kepada pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati untuk menetapkan harga bawah merah tidak terlalu mahal.

"Saya imbau kepada para pedagang janganlah mengambil keuntungan terlalu besar. Karena bila harga mahal, sudah tentu akan ada upaya stabilisasi harga dari pemerintah. Dan langkah paling mudah pastinya ya impor. Dengan impor, petani negara lain yang makmur, sementara petani kita tetap menjerit," imbau Mentan.

Mentan Amran menekankan pemerintah selalu hadir bagi masyarakat untuk meringankan harga kebutuhan pokok. Dia juga menekankan bahwa target produksi bawang merah bulan depan sebesar 120.000 ton per bulan. "Bulan ini produksi 140.000 ton per bulan. Bulan depan 120.000 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan 90.000 ton per tahun," pungkasnya.


(ABD)