Pencak Silat SEA Games 2015

Dua Pesilat Indonesia Gagal Sumbang Emas

Achmad Firdaus    •    Minggu, 14 Jun 2015 20:56 WIB
sea games 2015
Dua Pesilat Indonesia Gagal Sumbang Emas
Nur Awaluddin (foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)

Metrotvnews.com, Singapura: Dua pesilat andalan Indonesia, Nur Awaluddin dan Wewey Wita gagal menyumbangkan medali emas di hari terakhir kejuaraan Pencak Silat SEA Games 2015, Minggu 14 Juni 2015.

Dua pesilat andalan tersebut hanya mampu meraih perak usai kalah dari lawan-lawannya di babak final. Awaluddin yang berstatus juara pada kejuaraan dunia pencak silat di Thailand, tahun ini, takluk dari pesilat Vietnam, Ngoc Vu Minh Diep di nomor tarung kelas 45-50 kg.

Meski pertarungan yang digelar di Expo Hall 2 ini terlihat berjalan dengan seimbang, lima juri ternyata memberikan kemenangan mutlak untuk Ngoc dengan skor 5-0.

Di kategori putri, Indonesia kembali harus kecewa lantaran pesilat andalannya Wewey Wita juga harus puas dengan medali perak. Wita kalah 0-5 dari pesilat Vietnam Thi Loan Hoang.

Sebenarnya, Wita sempat tampil baik di laga ini, terutama di awal laga. Sayang, karena sering mendapat teguran wasit, konsentrasi Wita terganggu hingga akhirnya tidak bisa maksimal dalam pertandingan.

Pertandingan ini juga sempat memanas lantaran kubu Indonesia kerap mengeluhkan kinerja lima juri dalam memberikan angka. Manajer tim Indonesia, Taslim Aziz bahkan sampai turun ke meja dewan juri.

"Saya turun ke sana hanya untuk bertanya tentang bagaimana penilaiannya. Wasit yang memimpin juga terlalu baku. Wita konsentrasinya terganggu karena banyak ditegur," ujar Aziz.

Lebih jauh, Aziz mengaku tidak paham dengan patokan juri dalam memberikan nilai. Ia merasa, banyak poin yang dikumpulkan Wita tidak masuk dalam hitungan juri.

Atas dasar ini, Aziz mengharapkan ke depannya ada patokan yang baku soal pemberian nilai. Ia bahkan merasa, cabor pencak silat harus mencontoh cabor lain seperti taekwondo dan karate yang sudah menggunakan alat elektronik untuk menentukan nilai.

Seperti di taekwondo, pakaian pelindung yang dikenakan atlet telah dilengkapi perangkat elektronik, jadi, saat atlet tersebut terkena pukulan atau tendangan, nilai yang mereka hasilkan langsung terpampang di papan skor.


(KRS)