Penenggelaman Kapal Bisa Ganggu Diplomasi

Sobih AW Adnan    •    Minggu, 14 Jun 2015 21:11 WIB
kapal tenggelam
Penenggelaman Kapal Bisa Ganggu Diplomasi
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Herman Khaeron. Foto: Metrotvnews.com/Sobih Abdul Wahid

Metrotvnews.com, Cirebon: Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Herman Khaeron mengkritik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menerapkan kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan. Menurut Herman, penanggulangan pencurian ikan (Illegal Fishing) di laut Indonesia dapat juga dilakukan dengan mengedepankan etika dalam hubungan internasional.
 
“Dalam melakukan penindakan terhadap kapal asing yang telah diketahui mencuri ikan juga mesti dikedepankan etika, saya khawatir (penenggelaman kapal) lama kelamaan akan mengganggu hubungan diplomasi Indonesia dengan negara lain,” ujar Herman kepada Metrotvnews.com, saat memenuhi undangan peresmian sebuah tambak sidat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (14/6/2015).
 
Penenggelaman kapal asing pencuri ikan, kata Herman, memang diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009,  akan tetapi di dalamnya hanya tertulis bahwa pemerintah dapat menenggelamkan kapal yang diketahui telah mencuri ikan.
 
“Ketika menggunakan kata ‘dapat’, artinya pemerintah bisa menenggelamkan bisa juga tidak. Maka kebijakan tersebut harus kembali dipertimbangkan,” katanya.
 
Selain soal teknis kebijakan, Herman juga mempersoalkan pengajuan dan penyerapan anggaran yang dilakukan oleh KKP. Menurut dia, sebagian besar anggaran KKP justru dihabiskan lebih besar ke kinerja Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengawasan.
 
“Kalau tidak salah pada 2015 kapal pencuri ikan yang tertangkap sekitar 45 kapal. Ini belum relevan dengan anggaran yang disediakan,” ujar Herman.
 
Politisi Partai Demokrat tersebut juga berharap ke depan pemerintah lebih memperhatikan sisi budidaya dalam bidang kelautan dan perikanan. Karena menurut dia, potensi besar kelautan dan perikanan Indonesia justru terletak pada budidaya.
 
“Kalau budidaya kita dukung, potensi budidaya perikanan di Indonesia ada 56 juta ton per tahun. Tapi, baru dimanfaatkan 6 juta ton. Masih ada 50 juta ton yang belum dimanfaatkan,” pungkas Herman.
 


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA