Kapolda: Pilkada Sumut Aman dan Lancar

- 07 Maret 2013 17:18 wib
ANTARA/Irsan Mulyadi/
ANTARA/Irsan Mulyadi/

Metrotvnews.com, Medan: Kapolda Sumatra Utara Irjen Wisjnu Amat Sastro menegaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatra Utara berjalan aman dan lancar.

"Tidak ada yang kasus menonjol dan dapat menghalangi kesuksesan pilkada," kata Kapolda didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus di Kantor KPU Sumut di Medan, Kamis (7/3).

Menurut Kapolda, pihaknya telah melakukan pemantauan di 33 kabupaten/kota di Sumut dengan memanfaatkan personel di 26 polres yang ada di provinsi itu.

Selain itu, ia dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus juga meninjau langsung sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpul warga guna menyalurkan hak pilihnya.

Kapolda memberikan apresiasi kepada masyarakat Sumut yang mampu menjalani proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ternyata masyarakat Sumut sudah sangat cerdas," katanya. Meski telah berjalan dengan aman dan lancar, pihaknya tetap melakukan penjagaan dan pengamanan hingga proses pelantikan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih.

"Kami akan berjaga terus selama 119 hari dengan mengerahkan 16.789 personel, termasuk 2.000 prajurit TNI. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," katanya.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus juga mengaku bangga dengan pelaksanaan Pilkada Sumut yang berjalan aman dan tertib tersebut. "Laporan dari babinsa dan koramil, semuanya berjalan aman dan lancar," katanya.(Ant/Vic)

()

HUKUM
METRO
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.