Ekonomi Lambat, FORU Genjot Bisnis Iklan Demi Target Laba

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 15 Jun 2015 09:53 WIB
emiten
Ekonomi Lambat, FORU Genjot Bisnis Iklan Demi Target Laba
Jajaran direksi Fortune Indonesia. FOTO: Dokumentasi FORU

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan menggenjot bisnis periklanan sebagai kontribusi utama dalam memenuhi target pendapatan dan laba sepanjang 2015.

"Di tengah perlambatan ekonomi saat ini, peluang perseroan untuk tumbuh cukup besar. Pasalnya, perseroan mampu memberikan solusi bisnis kepada klien dengan apa yang dibutuhkan di saat ekonomi melambat," jelas Direktur Utama baru Fortune Indonesia Aris Boediharjo, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Dia menilai, perseroan akan banyak menuai untung di saat perlambatan ekonomi lantaran banyak perusahaan membutuhkan solusi dan pencitraan kepada publik.

"Kita lebih berpikir paradoks disaat ekonomi melambat, sebaliknya akan meraup banyak untung. Namun sebaliknya, kalau semua kompetitor bersikap optimistis, tentunya persaingan akan semakin ketat," bebernya.

Senada, Direktur Keuangan FORU Yuliana Leonarda mengatakan bila kondisi ekonomi yang melambat juga akan mempengaruhi bisnis perseroan, seperti yang dirasakan klien. Namun hal tersebut bisa diatasi dan bahkan di kuartal pertama tahun ini, klien baru PT Fortune Indonesia Tbk mencapai 11 perusahaan.

Meskipun Indonesia tengah mengalami perlambatan ekonomi, lanjut dia, namun bisnis periklanan masih tetap menjanjikan. Ceruk pasar inilah yang terus dimanfaatkan (FORU) untuk mendongkrak kinerja perseroan tahun ini. Bahkan perseroan optimistis target pendapatan dan laba bersih tumbuh 10 persen tahun ini bakal terealisasi.

"Kita tetap optimistis target pendapatan dan laba bisa tumbuh dibandingkan tahun lalu," kata Yuliana.

Direktur FORU Indira Abidin menambahkan, di tengah perlambatan ekonomi diperlukan kejelian pelaku pasar agar tetap survive. Menurut dia, langkah inilah yang telah dilakukan Fortune yang selalu jeli membaca peluang pasar.

Sekadar informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,5 miliar atau tumbuh tiga kali dibandingkan belanja modal tahun lalu sebesar Rp500 juta. Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham, diputuskan untuk tidak membagikan dividen dengan alasan untuk mendanai ekspansi bisnis yang membutuhkan modal cukup besar.

Tercatat di 2014, Fortune Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar Rp404,3 miliar dan laba komprehensif Rp3,9 miliar. Di mana jasa layanan yang mengalami peningkatan terbesar di dapat dari jasa kehumasan sebesar Rp25,93 miliar atau meningkat 18,6 persen dibanding pencapaian sebelumnya.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA