Remaja Todong Sopir, Polres Jakut Bakal Pasang CCTV di Wilayah Rawan

Damar Iradat    •    Senin, 15 Jun 2015 12:57 WIB
perampokan
Remaja Todong Sopir, Polres Jakut Bakal Pasang CCTV di Wilayah Rawan
Remaja diduga melakukan penodongan sopir mobil bak terbuka di jalan raya Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Facebook/Diki Septerian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polres Jakarta Utara berjanji akan mengoptimalkan pos pantau di wilayah Jakarta Utara. Selain itu, juga akan dipasang (Closed Circuit Television) CCTV di sejumlah titik yang dianggap rawan.

"Pos pantau perlu dioptimalkan. Bebeberapa sudah ditunjuk untuk kegiatan lapangan," jelas Kapolres Jakarta Utara, Kompol Susetio Cahyadi, Senin (15/6/2015).

Kita akan kordinasikan lagi di beberapa titik untuk dipasangi CCTV. Yang kurang akan ditambah, yang tidak ada akan dipasang. "Minimal ada dua CCTV di sisi jalan berlawanan harus ada," lanjutnya.

Pengoptimalan pos pantau ini tak lepas dari aksi penodongan yang dilakukan tiga remaja di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara. Aksi ini cukup meresahkan masyarakat karena kerap terjadi di siang hari di tengah kemacetan.

Adapun titik-titik rawan antara lain, Jalan Yos Sudarso, Sunter, terminal Tanjung Priok, depan Mall Artha Gading, perempatan Coca Cola, turunan tol Cilincing, Trrafic Light Kebon Bawang, dan Jalan Cakung-Cilincing.

"Pagi akan dicover patroli dengan Sabaharabinmas, penjaringan tetap masih prioritas. Kami juga menghimbau pengendara Cilincing, sekiranya didatangi mobil kendaraan segala macem, segera dipercepat laju kendaraannya," pungkas dia.

Sebelumnya Diki Septerian mengatakan adanya aksi penodongan di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara. Aksi tersebut terjadi pada siang bolong. Diki menceritakan kejadian tersebut di akun sosial Facebook.

Sementara sopir truk trailer Hamdi mengaku sudah empat kali menjadi korban aksi penodongan para bajing loncat. Pria yang mengaku sudah 20 tahun jadi supir truk tersebut mengaku diambil uang rokoknya oleh bajing loncat yang rata-rata masih remaja.

"Kalau soal perampokan yang dilakukan bajing loncat (Bajilo), saya sudah empat kali. Uang rokok saya di dasboard itu sering dicuri," katanya, saat ditemui di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2015).

Rata-rata kata dia para bajilo beraksi saat kondisi sopir lengah misalnya membuka kaca mobil. "Saya lagi ngerokok. Rata-rata kan sopir ngerokok pasti kaca dibuka dan panas juga. Itu gara-gara kaca dibuka lebar," terangnya.

Menurut Hamdi, bukannya para sopir tak bisa melawan namun karena memikirkan keselamatan, Hamdi dan rekan-rekan sopirnya memilih tak banyak melakukan perlawanan.

"Saya pernah ditusuk garpu di lengan paha kanan saya, saya juga pernah leher saya di tempelin klewang atau pisau. Sering begitu. Awalnya, mereka itu minta duit Rp5000. Jangan sampai ngaku ke mereka enggak ada. Kalau enggak, dilukai pakai sajam," sambung Hamdi.


(YDH)