Tiga Calon Polri Mendaftar Secara Personal ke Pansel KPK

Githa Farahdina    •    Senin, 15 Jun 2015 15:57 WIB
pansel kpk
Tiga Calon Polri Mendaftar Secara Personal ke Pansel KPK
Kadiv Humas Irjen Pol Anton Charliyan. Foto: Lukman/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri mengajukan tiga nama untuk ikut seleksi calon Pimpinan KPK. Namun, sebagian kalangan menyebut salah satu persyaratan seleksi adalah calon tidak boleh berasal dari institusi.

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan kurang sepakat dengan itu. "Kalau ada itu salah satu persyaratan tidak boleh dari institusi, persyaratan yang mana? Nanti Pansel yang menentukan. Kami agak terkejut kalau memang itu persyaratan yang menurut Pansel," tegas Anton di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).

Namun, jika seandainya benar, tambah Anton, pihaknya akan sportif dan mundur dari arena itu. "Kalau memang benar, dengan hati terbuka, kami akan mengundurkan diri. Tapi saya ingin tahu di pasal mana institusi tidak boleh," terangnya.

Saat ini, menurut Anton, semua penyidik KPK merupakan penyidik Polri dan Kejaksaan. Seandainya ada aturan seperti itu, Anton meminta ubah pula aturan yang menyebut penyidik harus dari dua institusi tersebut.

"Dua orang (dari Polri) pernah jadi pimpinan KPK, ada Pak Ruki dan Pak Bibit. Silakan dinilai saja," tambahnya.

Apabila dikatakan Ruki dan Bibit mencalonkan diri secara individual, itu pula lah yang dilakukan tiga calon yang didukung Polri. Menurut Anton, tiga orang itu mendaftarkan diri secara langsung.

"Tapi Polri kan perlu tahu. Kita dukung, tidak cuma pribadi, institusi juga memberi motivasi lah. Jangan berpikiran subjektif. Insya allah kalau mereka sudah di KPK, punya komitmen tinggi. Bahkan konon penyidik terbaik KPK juga Novel, kira-kira asalnya dari mana dia?" tambah Anton.


(KRI)