Soal Dana Aspirasi, Anggota Dewan Dituding Bodohi Publik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 15 Jun 2015 16:49 WIB
dpr
Soal Dana Aspirasi, Anggota Dewan Dituding Bodohi Publik
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto:MI/Immanuel)

Soal Dana Aspirasi, Anggota Dewan Dituding Bodohi Publik
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menolak keras dana aspirasi yang diusulkan DPR. Dana aspirasi sebagai bentuk pembodohan terhadap publik.
 
"Tidak ada edukasi yang diberikan. Sama saja membodohi publik," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam penolakan dana aspirasi di Sekretariat ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).
 
Menurut dia, dana aspirasi ini diusulkan semata-mata sebagai hasrat pribadi anggota DPR agar terpilih kembali menjadi anggota Dewan pada periode selanjutnya. "Ini bentuk lain politik uang. Anggota Dewan yang jadi, sampai kiamat akan terpilih terus karena mereka mendidiknya dengan uang," ujarnya.
 
Menurutnya, DPR harusnya dapat memberikan pembelajaran atau edukasi politik yang baik kepada publik, bukannya mengajarkan politik uang melalui dana aspirasi. "Saya sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah berjamaah dengan teman-teman menolak keras dana aspirasi," tegas dia.
 
Sekadar diketahui, alokasi dana aspirasi dalam APBN adalah mandat UU 17/2014 Pasal 80 huruf J yang menyatakan bahwa hak dan kewajiban anggota Dewan adalah mengusulkan dan memperjuangkan program pembangunan daerah pemilihan.
 
Anggaran akan dimasukkan dalam APBN dan disalurkan melalui APBD. Nilai dananya disesuaikan kebutuhan pembangunan di daerah pemilihan anggota DPR terpilih.
 


(FZN)