Majelis Hakim Tolak Eksepsi Penyuap Direktur Pertamina

Renatha Swasty    •    Senin, 15 Jun 2015 18:22 WIB
suap
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Penyuap Direktur Pertamina
Pengadilan Tipikor tolak eksepsi penyuap Direktur Pertamina, Willy Sebastian Lim--Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak nota pembelaan atau eksepsi yang diajukan Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Lim. Hakim menilai, surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum pada KPK sudah memenuhi syarat formal dan materiil.

"Menyatakan surat keberatan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima. Surat dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum sah dan berdasar hukum," kata Hakim Ketua John Halasan Butarbutar saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/6/2015).

John menjelaskan, tudingan penasihat hukum yang menyatakan surat dakwaan tidak jelas, cermat dan kabur tidak dapat diterima. Surat dakwaan yang disusun sudah sesuai dan menjelaskan secara runut perbuatan terdakwa.

"JPU telah membuat surat dakwaan secara jelas cermat dan lengkap. Terdakwa Willy Sebastian Lim didakwa menyuap sejumlah USD190 ribu pada Direktur Pengolahan Pertamina (Persero) Suroso Atmomartoyo agar PT Pertamina membeli produk TEL melalui PT Soegih Interjaya perusahaan milik terdakwa yang menjadi satu-satunya perusahaan penjual TEL," jelas John.

Terkait putusan sela itu, penasihat hukum Willy, Palmer Situmorang mengatakan, pihaknya bakal melakukan banding. Keputusan ini lantaran Palmer merasa selama membuat eksepsi tak memiliki waktu untuk melihat bukti-bukti.

"Kami banding terhadap putusan sela. Terasa sekali kami tidak siap melakukan pembelaan karena kemarin bukti-bukti tidak bisa kami lihat," tegas Palmer.

Kendati melakukan banding pada putusan sela, sidang tetap berlanjut. Sidang akan dilanjutkan pada Senin, 22 Juni dengan agenda pemeriksaan saksi saksi.

Dalam kasus ini, Willy diketahui bersama-sama dengan David P Turner selaku sales and marketing Director of The Associated Octel Company Limited, Paul Jennings dan Dennis J Kerisson selaku CEO of Octel, Miltos Papachristos selaku Regional Sales Director for Octel dan Muhammad Syakir selaku Direktur PT SI memberikan uang sejumlah USD190,000.

Selain itu, suap juga diberikan dalam tiket perjalanan ke London selama beberapa hari untuk Suroso Atmomartoyo. Suap itu sebagai pelicin agar menyetujui PT SI menjadi penyedia atau pemasok TEL untuk kebutuhan kilang-kilang Pertamina kurun waktu Desember 2004-2005.

Tindakan ini membawa Willy dan kelimanya diancam pidana Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.


(MBM)