Anas Tak Dieksekusi, KPK Dinilai Tak Patuhi Pengadilan

Meilikhah    •    Senin, 15 Jun 2015 19:21 WIB
anas urbaningrum
Anas Tak Dieksekusi, KPK Dinilai Tak Patuhi Pengadilan
Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, menunjukan salinan putusan MA. (Foto: MTVN/Meilikhah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya meminta jaksa eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeksekusi  Anas dari Rutan KPK ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Jika tak segera dilakukan, Firman menilai KPK tak patuh terhadap putusan pengadilan.

"(Jika ditunda) bukan hanya saya protes, tapi KPK tidak patuh pada perintah pengadilan," ujar Firman di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).

Menurut Firman, KPK tak punya alasan untuk menunda pemindahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat ke LP Sukamiskin. Pasalnya, kata dia, salinan putusan atas penolakan kasasi Anas sudah diserahkan ke jaksa eksekutor.

Penundaan pemindahan, lanjut dia, sama dengan ketidakadilan bagi Anas. Karena itu,  dia mendesak KPK segera mengeksekusi Anas ke LP Sukamiskin dengan dasar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang sudah diterima lembaga antikorupsi.

"Ya tentu prinsipnya hari ini, berangkat hari ini tinggal waktunya kapan terserah JPU nya. Lebih cepat lebih baik. Prinsipnya justice delayed is justice denied, semakin menunda muncul ketidakadilan," jelas Firman.

MA diketahui memperberat hukuman terhadap Anas dari tujuh tahun menjadi 14 tahun penjara setelah menolak kasasi yang diajukannya. Dia juga diwajibkan membayar denda Rp 5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan.

Selain itu, Anas diharuskan membayar uang pengganti pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara. Apabila uang pengganti tersebut dalam waktu satu bulan tidak dilunasi, seluruh kekayaannya Anas akan dilelang. Jika tidak cukup membayar, Anas terancam penjara selama empat tahun.



(OGI)