Hercules Ditangkap karena Meneror Polisi?

- 08 Maret 2013 21:07 wib

Metrotvnews.com, Jakarta: Tokoh pemuda yang lekat dengan dunia premanisme, Hercules Rosario Marshal, 46, beserta 45 anak buahnya mesti menghuni jeruji besi rumah tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Mereka diciduk tim Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya setelah terlibat tindak pemerasan dan teror terhadap kepolisian.

Pukul 17.04 WIB, rombongan Hercules tiba dengan menggunakan 7 mobil di Markas Polda Metro Jaya yakni 4 mobil polisi dan 3 angkot jurusan M-11.

Hercules lalu keluar dari mobil sedan patroli polisi. Dengan mengenakan kaus polo berlengan panjang warna kuning, celana jins biru denim, dan sepatu hitam.

Dia digiring ke tahanan Resmob dengan tangan terborgol dan diapit dua penyidik Resmob berompi antipeluru.

"Enggak, enggak ada apa-apa. Ini cuma salah paham," aku Hercules saat digiring petugas di Polda Metro Jaya, Jumat (8/3).

Bersama puluhan anak buahnya yang kebanyakan bertampang keturunan kawasan timur Indonesia, Hercules lantas digiring ke gedung Ditreskrimum.

Jalan jongkok pun terpaksa dilakoni mereka demi memenuhi perintah para petugas Resmob berpakaian preman dan anggota Brimob Polri bersenjata laras panjang.

Hercules dan seorang tokoh yang disebut penyidik sebagai jawara lokal digiring ke lantai atas. Anak buahnya yang diborgol tali plastik dikumpulkan di ruang utama untuk diidentifikasi.

Tindak penangkapan itu, kata penyidik Resmob setingkat kepala unit yang enggan disebut namanya, dilakukan Tim Resmob setelah mendapat permintaan bantuan dari Polres Jakarta Barat.

Sebelumnya, kawanan Hercules membuat onar dengan mencoba membubarkan apel pagi yang digelar kepolisian itu. Demi tegaknya wibawa kepolisian sekaligus melindungi warga dari aksi premanisme yang meresahkan, langkah antisipatif diambil.

Di kawasan pertokoan Belmont Residence, Permata Hijau, Jakarta Barat, sambung sumber penyidik lain, komplotan ini diciduk.

Peluru sempat terlontar ke udara beberapa kali untuk menggertak gerombolan yang ternyata membawa senjata tajam ini.

Satu per satu petugas menelungkupkan mereka di tanah. Kemudian mereka digiring ke Polda Metro Jaya.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi pejabat Polda Metro Jaya. Kepala Subdit Resmob Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan mengaku masih mengumpulkan data dan informasi. Dia berjanji akan mengungkapkan soal penangkapan ini setelah pendataan tahanan selesai.

Di lokasi, tampak pula Direktur Ditreskrimum Kombes Toni Harmanto, Wakil Direktur Ditreskrimum AKB Nico Afinta, dan Kepala Subdit Jatanras AKB Helmy Santika yang bersama Herry tengah melakukan briefing bersama penyidik lapangan. (Arif Hulwan)

()

PPP--Antara/Putra Mahesa

Mengapa PPP Jadi "Idola" Partai Besar?

25 April 2014 10:19 wib

PASCA Partai Persatuan Pembangunan mencapai islah dalam konflik internalnya, dan menegaskan diri belum…