Tekan Impor, Menperin Gandeng Gubernur Bangun Industri Gula

Husen Miftahudin    •    Senin, 15 Jun 2015 21:44 WIB
gula
Tekan Impor, Menperin Gandeng Gubernur Bangun Industri Gula
Ilustrasi produksi gula. FOTO: Antara/AGUNG

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan hingga kini Indonesia masih kekurangan gula industri untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Maka itu, dibutuhkan percepatan peningkatan produksi gula nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Untuk itu, kami menggandeng para gubernur untuk percepatan produksi gula. Para investor tertarik masuk namun membutuhkan penyediaan lahan seluas 10 ribu hektare (ha) kebun tebu untuk menyuplai setiap satu unit pabrik gula," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (15/6/2015).

Menurut dia, industri gula dapat menjadi pendorong pembangunan industri yang ada di daerah, bahkan mampu menyerap aliran investasi hingga Rp3 triliun. Hal ini jelas dapat membuat pemerataan pembangunan industri nasional ke luar Pulau Jawa.

"Jadi, kami tawarkan industri gula ini karena bakal memberi peluang kemitraan dengan petani tebu lokal. Tetapi para gubernur diharapkan mampu menyediakan lahan tebu seluas 10 ha," papar dia.

Seperti diketahui, pertumbuhan kebutuhan gula mencapai enam persen per tahun. Tahun ini sendiri kebutuhan gula nasional meningkat hingga sembilan persen dengan angka kebutuhan mencapai 5,7 juta ton yang terdiri dari 2,8 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) untuk konsumsi dan 2,9 juta ton Gula Kristal Rafinasi (GKR) atau gula industri.

"Kami siap berkoordinasi dengan Pemda agar kebutuhan industri di daerah sinkron dengan strategi Kementerian Perindustrian," papar Saleh.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Yasin Limpo mendukung pengembangan industri daerah oleh Kemenperin. Yasin yang juga sebagai Gubernur Sulawesi Selatan berharap agar sinkronisasi pengembangan industri dapat dipercepat melalui diskusi langsung antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.

"Salah satunya, soal penyediaan cold storage bagi industri perikanan. Spesifikasi kebutuhan nelayan di daerah akan dikomunikasikan dengan Kemenperin agar kualitas tangkapan lebih baik dan mendorong industri olahan," tutup Yasin.


(AHL)