Menperin Minta Gubernur Dukung Pembangunan Industri Provinsi

Husen Miftahudin    •    Senin, 15 Jun 2015 22:14 WIB
kementerian perindustrian
Menperin Minta Gubernur Dukung Pembangunan Industri Provinsi
Menteri Perindustrian Saleh Husin. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya melakukan percepatan pemerataan dan penyebaran industri ke seluruh wilayah Indonesia.

Dalam mendukung upaya tersebut, Kemenperin meminta peran Pemerintah Provinsi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) yang mengacu kepada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Kebijakan Industri Nasional.

"Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para Gubernur untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi tersebut," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin dalam Diskusi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya kini tengah menyusun Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) tentang pedoman penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Kabupaten/Kota. "Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi berupa bimbingan teknis kepada Pemerintah Provinsi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi tersebut," papar dia.

Saleh menambahkan, melalui perwilayahan industri diharapkan dapat mempercepat pemerataan dan penyebaran investasi di luar pulau Jawa. Dukungan Pemerintah Provinsi dalam bentuk pemberian insentif dan kemudahan perizinan, juga sangat diperlukan untuk mendorong masuknya investasi ke seluruh provinsi.

Sebagai informasi, hingga triwulan I-2015, Pulau Jawa menjadi wilayah terbesar dalam penyerapan total investasi (PMA dan PMDN) sebesar 66,1 persen. Setelah itu Sumatera dengan investasi sebanyak 16,9 persen. Sementara itu Kalimantan hanya 16,4 persen dan Sulawesi 5,1 persen.

"Diharapkan ke depan, kontribusi wilayah di luar Pulau Jawa dalam sumbangannya terhadap nilai tambah sektor industri akan terus ditingkatkan dari 27,22 persen pada 2013 menjadi sekitar 40 persen pada 2035," tutup Saleh.


(AHL)