Soal Angeline, Kapolda Bali: Logika Berpikir Belum Tentu Sama dengan Logika Hukum

Krisiandi, LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 16 Jun 2015 09:35 WIB
penemuan jenazah angeline
Soal Angeline, Kapolda Bali: Logika Berpikir Belum Tentu Sama dengan Logika Hukum
Irjen Ronny F Sompie. Foto: Immanuel Antonius/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Bali Ronny Franky Sompie mengatakan penyidik masih terus mendalami kasus pembunuhan Angeline. Belum ada indikasi keterlibatan keluarga angkat bocah malang itu.

Ronny berharap publik percaya pada polisi. Penyidik, kata dia, melakukan fungsinya sesuai koridor hukum, bukan mengacu pada banyaknya lontaran pendapat publik.

"Kita hanya menggunakan faktor kecurigaan dengan cara logika berpikir yang belum tentu terbukti dengan logika hukum, makanya kita perlu ketelitian dan kesabaran," ujar Ronny saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (16/6/2015).

Penyidik, kata dia, masih dalam tahap kecurigaan adanya keterlibatan keluarga angkat Angeline. "Nah sekarang bagaimana kita jadikan kecurigaan dengan cara logika berpikir mengejawantahkan didukung alat bukti," lanjutnya.  

Ronny mengatakan tak tertutup kemungkinan ditemukan tersangka lain jika ada indikasi perencanaan jahat. Upaya Polri terus dilakukan dengan berbagai cara. "Kita ungkap dengan pemeriksaan lie detector terhadap tersangka AG (Agustinus Tae) dan M (Margriet Megawe). Ini yang kita lakukan," tuturnya.

Seperti diketahui, Angeline ditemukan tewas terkubur di bawah kandang ayam di rumah orangtua angkatnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. Polisi menetapkan seorang tersangka yakni Agustinus Tae, pembantu di rumah tersebut. Sementara ibu angkat Angeline, Margriet ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak.  


(KRI)