Kesejahteraan Pengemudi TransJakarta Belum Terjamin

Intan fauzi    •    Selasa, 16 Jun 2015 12:16 WIB
transjakarta
Kesejahteraan Pengemudi TransJakarta Belum Terjamin
Demo pengemudi Transjakarta tuntut kenaikan gaji. (Foto:MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesejahteraan pengemudi bus TransJakarta dinilai belum terjamin. Sebab belum ada standar baku atau peraturan yang mengatur hak dan kewajiban pramudi itu. Selama ini nasib pengemudi ditentukan oleh operatornya masing-masing. Semakin baik operatornya semakin sejahtera pramudinya.
 
“Tidak ada standar baku tentang hak-hak yang dimiliki oleh pramudi Transjakarta yang dapat memberikan jaminan kepada profesi mereka,” kata Ketua Institut Studi Transportasi (INSTRANS) kepada Metrotvnews.com, Senin (15/6/2015).
 
Menurutnya, kesejahteraan pramudi tiap koridor akan berbeda. Semua tergantung kebijakan dan pandangan operator kepada pramudinya.
 
“Operator yang menyadari bahwa pramudi merupakan alat produksi utama, tentu akan menghargai pengemudi secara layak melebihi yang dijanjikan pada masa awal,” ujarnya.
 
Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Ellen Tangkudung. Ia mengungkapkan, gaji yang diterima oleh pegawai lama dan pegawai baru masih berbeda.
 
Seperti diketahui, tahun 2011 Kepala BLU Transjakarta saat itu, M. Akbar menetapkan aturan bahwa besaran gaji pramudi Transjakarta adalah 3,5 kali UMP (Upah Minimum Provinsi).
 
“Operator hanya menjalankan Transjakarta berdasarkan kontrak, upah diberikan berdasarkan perhitungan kontrak yang lama. Hanya kontrak baru yang bisa menyesuaikan, sedangkan yang lama tetap dua kali (UMP),” papar Ellen.
 
Ia mengungkapkan, syarat yang harus dipenuhi oleh operator kepada pramudi adalah upah minimum. Namun kontrak itu diatur berdasarkan masa kerja. “Mereka memberikannya dalam bentuk insentif, sulit juga kalau harus sama, karena operator berangkatnya berdasarkan kontrak yang berbeda,” ujarnya.
 


(FZN)