Menperin Tantang Apple Bangun Pabrik di Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 16 Jun 2015 12:37 WIB
apple
Menperin Tantang Apple Bangun Pabrik di Indonesia
Ilustrasi Apple -- FOTO: Reuters/Adrees

Metrotvnews.com, Cikarang: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menantang produsen ponsel berlambang apel, Apple, untuk membangun pabriknya di Indonesia. Tantangan tersebut datang setelah Samsung meresmikan pabrik perakitan telepon seluler di Kawasan Industri EJIP Cikarang, Jawa Barat.

Masuknya Samsung ke Indonesia, tutur Saleh, diharapkannya produsen Apple bisa membangun pabrik di Indonesia, sehingga bisa menekan impor ponsel di Indonesia yang masih tinggi.

"Kita akan dorong. Apa yang dilakukan Samsung menjadi penggerak bagi produsen ponsel lainnya seperti Apple untuk produksi di sini," ucap Saleh, ketika ditemui dalam acara peresmian pabrik telepon selular Samsung Electronics Indonesia, di Kawasan Industri EJIP Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/6/2015).

Menurut dia, Samsung yang merupakan produsen ponsel terbesar dunia dengan pangsa pasar yang besar, harus dapat dicontoh dengan baik oleh produsen lainnya.

Pabrik yang dibangun oleh Samsung menempati kawasan seluas 6.000 meter per segi (m2). Pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai sekitar 972 orang. Sehingga perusahaan mampu merealisasikan dan memberikan kesempatan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak di daerah sini. Tidak lupa perusahaan memberikan andil dalam peningkatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta kesejahteraan masyarakat.

Kapasitas produksi dari pabrik perakitan telepon seluler Samsung di Indonesia mencapai 1 juta-1,5 juta unit per bulan dengan 14 line produksi yang memproduksi smartphone, feature phone, dan komputer tablet. Pada tahap pertama di 2015, hal ini akan memberikan kontribusi penting bagi produk industri manufaktur.

Selain itu, pabrik ini juga memberikan kontribusi penting bagi produk industri manufaktur. Dengan demikian diharapkan industri telepon seluler di dalam negeri terus berkembang dan berperan penting dan menjadi bagian dari supply chain produk telepon seluler dunia.


(AHL)