Dorong Ekonomi, Subsidi Bunga KUR Meningkat Tahun Depan

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 16 Jun 2015 16:26 WIB
kur
Dorong Ekonomi, Subsidi Bunga KUR Meningkat Tahun Depan
Gedung Kementerian Keuangan (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengisyaratkan bakal meningkatkan subsidi bunga yang diperuntukkan bagi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro di tahun depan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sangat mendukung peningkatan subsidi bunga KUR mikro. Hal ini ditujukan guna mendorong usaha mikro menengah.

"Mau disiapkan untuk 2016. Ini bagus, tinggal efektivitasnya, supaya dengan tumbuhnya KUR mempunyai efek ke ekonomi. Ini salah satu potensi yang bisa didukung kan. Karenanya Pak Menkeu support itu," terang Askolani, saat berbincang dengan sejumlah wartawan, di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).

Tahun ini, pagu untuk subsidi bunga dalam APBNP 2015 ditetapkan sebesar Rp2 triliun di mana yang diperuntukkan untuk KUR sebesar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. "Pagunya total subsidi bunga itu sekarang Rp2 triliun. Itu untuk program existing. Untuk IJP itu kalau tidak salah Rp200 miliar atau Rp 300-an miliar," ujarnya.

Peningkatan subsidi bunga ini ditujukan untuk menekan bunga KUR yang dinilai masih tinggi. Namun, perlu waktu untuk mengubah besaran penurunan bungan KUR yang diusulkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM).

Kemenkop dan UKM mengusulkan penurunan bunga dari besaran 21 persen saat ini menjadi 12 persen yang selama ini ditanggung debitur. Sederhananya, dengan adanya subsidi bunga, debitur nantinya hanya mempunyai kewajiban membayar bunga sebesar 12 persen dan sisanya menjadi tanggungan pemerintah. 

"Belum tahu besarnya, sebab Pak Menteri masih minta teman-teman dari dirjen perbendaharaan untuk menghitung persisnya, plus kebijakannya. Kalau sudah ada ancang-ancang budget-nya dari dirjen perbendaharaan, baru kita untuk masukin ke budget," tutur Askolani.

Sebagai informasi, Kemenkeu telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Imbal Jasa Penjaminan KUR pada bulan lalu. Dalam PMK tersebut, pada pasal tujuh telah ditetapkan besaran imbal jasa penjaminan (IJP) KUR mikro yang dibayarkan pada perusahaan penjaminan sebesar tiga persen per tahun.


(ABD)

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

3 hours Ago

KPK menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo sebagai tersangka koru…

BERITA LAINNYA