Mentan Bakal Sebar Panen Bawang Merah untuk Stabilkan Harga

Husen Miftahudin    •    Selasa, 16 Jun 2015 16:49 WIB
kementan ads
Mentan Bakal Sebar Panen Bawang Merah untuk Stabilkan Harga
Mentan akan sebar panen bawang merah untuk stabilkan harga. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan dalam waktu dekat panen bawang merah akan terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut dia, hal tersebut merupakan kesempatan dalam mengendalikan harga bawang merah yang kini tengah mengalami pelonjakan.

Ia menjelaskan, panen bawang merah tersebut nantinya akan langsung diserap dan dikirim ke beberapa daerah yang harganya masih relatif tinggi dan stok yang menipis.

"Tanggal 19 nanti, kami ke Bima NTB, ada panen bawang merah di sana. Begitu panen, langsung diserap. Mungkin kami akan kirim ke Bali dan Sulawesi Selatan manakala harga masih tinggi," ujar Amran ditemui usai Rakor Perkembangan Produksi dan Penyerapan Gabah/Beras di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).

Lebih lanjut, ungkap dia, pasokan bawang merah dalam negeri kini mengalami surplus sebanyak 50 ribu ton. Produksi bawang merah pada Juni sebanyak 140 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 90 ribu ton. Tak hanya bulan ini, Juli pun juga diprediksi pasokan bawang merah melimpah dan lebih dari kebutuhan, dengan produksi 120 ribu ton dan kebutuhan berkisar 90 ribu-98 ribu ton.

Terkait harga, pihaknya akan memantau beberapa komoditas di pasar sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore. Hal ini agar Kementan dapat mengetahui gejolak harga yang terjadi, sehingga pihaknya dapat mengantisipasi gejolak harga tersebut.

"Kami memantau, dan dipantau oleh Badan Ketahanan Pangan Kementan. Kalau ada harga di satu wilayah yang ada gejolak, kami kirim ke sana," tutup Amran.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA