Alat Pengisian Gas Masih Konvensional, SPBE Mudah Kelabui Pengawas

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 16 Jun 2015 19:59 WIB
penipuan
Alat Pengisian Gas Masih Konvensional, SPBE Mudah Kelabui Pengawas
Tabung gas 3 kilogram yang diamankan kepolisian - MTVN/ Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Tangerang: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Putra Panca Gasindo di Tangerang. Meski, pengawas dari pertamina selalu melakukan pengawasan. Tapi, perusahaan senang melakukan kucing-kucingan. 

Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiono membeberkan, bahwa pihak Pertamina selalu mengawasi SPBE itu. Namun, para pelaku bisa cerdik mengelabui pengawas dengan mengatur alat pengisian gas elpiji. Sebab, alat pengisian masih konvensional dan mudah diatur. 

"Pertamina selalu mengawasi. Tapi setiap hari bisa disetting oleh mereka, karena alat masih konvesional. Bisa direset sendiri angka pengisiannya," beber Mujiono di lokasi, Selasa (16/6/2015). 

Para pelaku lanjut Mujiono sering melakukan kucing-kucingan dengan pengawas. Ketika pengawas datang, mereka langsung mereset angka pengisian ke isi tiga kilogram. Namun, ketika tak diawasi, tangan jahil beraksi lagi dengan mengatur pengisian ke angka 2.75 kilogram. 

Akibat kejadian ini, Mujiono berharap pihak Pertamina bisa mengevaluasi seluruh SPBE dan mengganti alat pengisian agar tidak bisa direset sembarangan. Sehingga tidak menimbulkan kerugian untuk konsumen. 

"Ini perlu dievaluasi, supaya tidak bisa disetting. Dan diharuskan pengawasan berkala," pungkas dia. 

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek Stasiun Pengisian Bulk (SPBE) milik PT Putra Panca Gasindo, Selasa (16/6/2015). Perusahaan itu diduga melakukan kecurangan pengisian gas LPG 3 kilogram. 

Kecurangan ini sudah dilakukan selama lima tahun. Diperkiran, pelaku mendapat keuntungan fantastis dari tipu-tipu itu. Sebab kata Mujiono sehari saja, perusahaan mampu mengisi 10 ribu tabung. 

Dari penggerebekan itu pula, polisi telah mengamankan dua tersangka yakni manager dan teknisi perusahaan. "JS manager dan DS teknisi, sedangkan satu lagi masih dalam pencarian, IDL," beber Mujiono.  

Terkait penemuan itu pula, polisi ikut menyita 2.525 tabung gas LPG tiga kilogram dari beberapa agen distribusi SPBE. Selain itu, 24 alat pengisian tabung atau Filling Flant juga disita petugas. 

Akibat perbuatannya pelaku terancam pidana Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. 


(REN)