Program APM

Hyundai Gelar Program Promo Servis Berkala

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 16 Jun 2015 15:41 WIB
hyundai
Hyundai Gelar Program Promo Servis Berkala
Hyundai gelar program Promo Servis Berkala. HMI

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Hyundai Mobil Indonesia mengadakan program Promo Servis Berkala bertema “Asyik Punya Hyundai Bisa Servis Ekonomis” yang digelar mulai 1 Juni–31 Desember 2015. Program Promo Servis Berkala ini berlaku di seluruh jaringan Service 3S Hyundai yang ada di Indonesia.
 
Melalui program ini, para pelanggan atau pemilik mobil Hyundai bisa mendapatkan berbagai macam fasilitas, seperti diskon jasa, part dan oli, yang berlaku khusus untuk pekerjaan perawatan berkala. Periode Servis Berkala dilakukan setiap 10 ribu kilometer, sesuai catatan yang terdapat di buku servis Hyundai.
 
Manfaat dari program Promo Servis Berkala ini, pemilik atau pengguna mobil Hyundai bisa mendapatkan biaya servis berkala dengan harga ekonomis di bengkel resmi Hyundai, termasuk pemilik atau pengguna mobil Hyundai yang telah habis masa warranty-nya. Dengan ikut program ini, biaya servis jadi lebih hemat hingga Rp1,5 juta, tergantung dari jenis pekerjaan servis berkala dan indikator kilometer perjalanan (odometer).
 
Klasifikasi pemberian diskon dilakukan berdasarkan usia kendaraan. Untuk mobil Hyundai yang berusia lebih dari delapan tahun mendapat diskon spare part 25 persen, diskon jasa 20 persen, dan diskon oli 10 persen. Untuk mobil Hyundai yang berusia kurang dari delapan tahun akan mendapat diskon spare part 20 persen, diskon jasa 20 persen, dan diskon oli 10 persen.
 
Syarat dan ketentuan untuk ikut Program Promo Servis Berkala ini adalah, hanya berlaku untuk servis berkala, berlaku untuk semua model, berlaku untuk seluruh unit yang masuk bengkel resmi sesuai klasifikasi dan tahun produksi, dan menunjukan STNK saat pendaftaran. Program ini tidak berlaku bagi kendaraan dalam masa warranty.
 


(UDA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA