Presiden akan Maksimalkan Rp100 Triliun Dana Haji

Sobih AW Adnan    •    Selasa, 16 Jun 2015 23:19 WIB
haji 2015
Presiden akan Maksimalkan Rp100 Triliun Dana Haji
Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Foto: Metrotvnews.com/Sobih

Metrotvnews.com, Cirebon: Presiden Joko Widodo menyiapkan beberapa kebijakan terkait pembaruan pengelolaan haji di Indonesia. Rencana kebijakan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (16/6/2015).
 
“Kunjungan ini untuk menyampaikan pesan pengelolaan haji. Di antaranya Presiden telah meminta pengelolaan dana tabungan haji yang jumlahnya hampir 100 triliun rupiah nanti pada 2017 agar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan umat,” ujar Luhut.
 
Salah satu penerapannya, kata Luhut, adalah dengan mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk pelaksanaan proyek mendekatkan lokasi pemondokan agar memudahkan akses jamaah haji dalam melaksanakan ibadah.
 
“Sebelumnya tempat pemondokan jamaah haji Indonesia berjarak tiga kilometer dari Masjidil Haram, nantinya bisa didekatkan,” katanya.
 
Selain itu, Luhut juga menyampaikan pesan Presiden tentang rencana penekanan biaya haji melalui pengelolaan dan pemanfaatan dana tabungan tersebut. Ia mengatakan, dengan mengusahakan hal itu, maka dana yang bersumber dari rakyat akan bisa kembali bermanfaat untuk umat.
 
“Kami yakin, melalui pemanfaatan yang baik dan bersih, biaya haji bisa diturunkan,” katanya.

Selain terkait rencana pendekatan lokasi pondok dan penurunan biaya haji, Luhut juga mengatakan Presiden akan mengupayakan perbaikan kualitas di segala bidang yang berhubungan dengan pelayanan jamaah haji Indonesia.
 
“Presiden juga menginginkan kualitas dan pelayanan makan bagi para jamaah haji ke depannya bisa diperbaiki,” jelasnya.
 
Luhut meyakinkan, pesan-pesan tersebut dalam waktu dekat akan disampaikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Kunjungannya ke Cirebon kali ini juga terkait penyampaian salam dan permohonan maaf Presiden atas keterbatasan waktunya dalam menjalin silaturahim dengan masyarakat pesantren.

“Insyaallah, dalam waktu dekat Presiden akan berkunjung dalam agenda safari Ramadan,” pungkas Luhut.


(UWA)