Kompetisi Terhenti, Pedagang Jersey Sepi Pembeli

Roni Kurniawan    •    Rabu, 17 Jun 2015 16:59 WIB
kisruh pssi
Kompetisi Terhenti, Pedagang <i>Jersey</i> Sepi Pembeli
Para pedagang atribut sepak bola mengeluh sepi pembeli karena Liga Indonesia 2015 dihentikan (MTVN - Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Kompetisi sepak bola di Indonesia terpaksa dihentikan imbas dari konflik antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) serta sanksi dari FIFA. Sejumlah pedagang atribut sepak bola seperti jersey dan syal turut terkena efek buruk atas terhentinya kompetisi. Di Bandung, Jawa Barat, sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan pendapatan setelah kompetisi dihentikan.

Dasep, pedagang di kota kembang yang menjual atribut Persib Bandung turut terkena efek dari konflik Kemenpora dengan PSSI yang membuat kompetisi terhenti. Sejak Liga Indonesia (QNB League) 2015 tidak lagi dipertandingkan, Dasep mengaku dagangannya mulai sepi pembeli.

"Persib tidak bertanding pembeli langsung sepi.  Apalagi sekarang liga tidak berjalan. Otomatis tambah sepi.  Ketika liga diputar, pembeli banyak yang berdatangan. Pembeli banyak yang tahu kalau saya jual atribut Persib," ujar Dasep salah seorang pedagang di kawasan Stadion Persib saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu (17/6/2015).

Dari pantauan Metrotvnews.com, para pedagang yang berada di kawasan tersebut lebih sering mengobrol dibandingkan berjualan karena minim dikunjungi pembeli. Dalam satu hari, mereka terhitung hanya melayani dua sampai empat orang pembeli. Situasi ini membuat Dasep mulai terbesit untuk gulung tikar karena kesulitan untuk 'balik modal'. 

"Jangankan cari untung, untuk kembali modal saja sekarang susah. Sehari paling dua atau empat orang yang beli. Miris karena yang dibeli hanya syal atau topi. Jarang yang beli kostum (jersey) Persib," lanjutnya.

Situasi sulit juga dialami salah satu rekan Dasep sesama pegadang, Soleh.  Agar penjualan meningkat, pedagang yang menjajakan atribut Persib di kawasan Stadion Persib atau dikenal dengan Sidolig itu meminta agar Kemenpora dan PSSI berdamai sehingga Liga Indonesia bisa kembali berjalan.

"Tidak ada pertandingan cukup memengaruhi jumlah barang yang dijual. Sebelumnya, pembeli di daerah sini lumayan banyak. Tapi sekarang Persib tidak bertanding. Tidak ada liga ya otomatis pembeli jadi sepi.  Mudah-mudahan liga secepatnya kembali bergulir," harap Soleh.



(HIL)