Kematian Angeline, Ahli Belum Sentuh Alat Pendeteksi Kebohongan

Arnoldus Dhae    •    Rabu, 17 Jun 2015 17:01 WIB
penemuan jenazah angeline
Kematian Angeline, Ahli Belum Sentuh Alat Pendeteksi Kebohongan
Saudara sepupu Angeline menunjukkan karya sketsa wajah Angeline di Kampung Sawah, RT 08/04 No.24, Jatimelati, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/6). Foto: Antara/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Denpasar: Kepala Polda Bali Irjen Ronny Sompie mengatakan hingga saat ini belum ada analisis dari ahli soal hasil pemeriksaan tersangka dan saksi yang menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector).

Walhasil, sampai saat ini polisi belum menerima laporan yang lengkap tentang hasil pemeriksaan alat tersebut. Untuk mengetahui apakah tersangka berbohong atau tidak, pendeteksi kebohonan harus dianalisis terlebih dulu. "Dan analisis itu harus dari orang yang benar-benar ahli," kata Ronny, Rabu (17/6/2015).

Kapolda Bali menjelaskan sampai saat ini sudah ada tiga orang yang diperiksa dengan menggunakan lie detector terkait pembunuhan Angeline, 8 tahun.

Mereka adalah Margriet ibu angkat Angeline, Agustinus Tai yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan saksi berinisial AA yang merupakan teman dekat Agus. AA dinilai tahu betul soal peristiwa nahas tersebut.

"Ketiga orang ini sudah diperiksa dengan menggunakan lie detector. Namun, hasilnya harus tunggu analisis ahli," ujarnya.

Agus kini dititipkan ke Polda Bali  karena menjadi saksi kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet. Margriet ditahan di Polda Bali. Margriet didampingi kuasa hukum baru dari Jakarta untuk menggantikan Ali Sadikin yang sebelumnya ditunjuk Polda Bali. Sementara saksi AA tidak ditahan.

Kematian Angeline menarik perhatian publik. Sejak hilang Sabtu, 16 Mei, masyarakat sudah menaruh curiga. Angeline merupakan anak angkat, Margriet. Hampir sebulan berselang, pada Rabu, 10 Juni, Polresta Denpasar menemukan jenazah Angeline terkubur tak bernyawa di dekat kandang ayam rumahnya. Tubuhnya lebam-lebam saat diangkat. Di lehernya juga menjuntai seutas tali.


(UWA)