Kemendikbud Kopertis Tegur Universitas Darul Ulum Kubu Ibrahim

Nurul Hidayat    •    Rabu, 17 Jun 2015 17:58 WIB
pendidikan
Kemendikbud Kopertis Tegur Universitas Darul Ulum Kubu Ibrahim
Bagian depan kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII memberikan teguran kepada pengurus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur, kubu Ibrahim. Teguran itu terkait dengan larangan penerimaan mahasiswa baru dan penerbitan ijazah dari Undar.

Surat teguran bernomor 1486/K7/KL/2015 yang diterbitkan itu memuat tiga poin. Pertama yaitu pengangkatan Ibrahim sebagai rektor dianggap tidak sah karena diangkat oleh perseorangan atau yayasan yang tidak memiliki keabsahan hukum.

Kedua putusan Pengadilan Negeri Jombang nomor 18/Pdt.G/2014.PN JMB tertanggal 24 januari 2015 dan surat Pengadilan Negeri Jombang tertanggal 12 mei 2015 sudah inkrah karena sampai waktu yang ditentukan, tak ada pihak yang melakukan upaya banding.

Ketiga yaitu posisi Ibrahim sebagai rektor bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 pasal 60 ayat 2, pasal 42 ayat 4, pasal 28 ayat 3.

"Yang menjadi dasar persoalan kan katanya adanya dualisme kepengurusan, namun Undar itu hanya satu dan yang sah itu yang berektor, Mudjib Mustain atau Gus Mujib," ujar Ketua Yayasan Darul Ulum, Ahmada Faidah, Rabu (17/6/2015).

Pernyataan Faidah itu diperkuat dengan surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kopertis bernomor 2009B/K7/2014 yang menyatakan bahwa Mudjib Mustain sebagai rektor Undar yang sah.

"Dalam surat tersebut sudah jelas menyebutkan bahwa Ketua yayasan yang sah adalah saya, dan sebagai rektor adalah Mujib Mustain, jadi tidak ada dualisme Undar itu," ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Neng Aa itu menyayangkan tindakan oknum yang memanfaatkan nama Undar dan juga mengklaim sebagai pengurus Undar yang sah. Sehingga isu yang berkembang di luar Undar adalah dualisme kepengurusan.

Hal senada juga diutarakan Romhadi selaku pembina yayasan Darul Ulum. Ia menyayangkan ada oknum yang mengakui sebagai pengurus Undar yang sah. Tindakan itu jelas merugikan nama baik Undar dan mahasiswa kampus tersebut.

"Bahkan kita juga diperkuat surat dari kementrian Hukum dan HAM dengan Notaris H Romlan SH bernomor AHU-AH.01.06-0681 yang menegaskan bahwa Dra Ahmada Faidah sebagai Ketua Yayasan Darul Ulum Jombang,"ujarnya.

Dualisme di Universitas Darul Ulum Jombang Jawa timur kembali memuncak setelah kubu rektor Ibrahim menggelar wisuda. Sedangkan dalam surat kemenkumham pihak yang mempunyai legalitas yakni dengan ketua Yayasan Darul Ulum, adalah Ahmada faidah dan sebagai rektor adalah Mujib Mustain.


(RRN)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

2 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA