Pengusaha Batik Optimistis Hadapi MEA

Husen Miftahudin    •    Rabu, 17 Jun 2015 18:01 WIB
batik
Pengusaha Batik Optimistis Hadapi MEA
Dewan Pembina YBI Doddy Soepardi (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berjejalnya produk-produk batik cetak impor membuat batik lokal tergerus. Bahkan, dengan harga yang ditawarkan relatif murah membuat batik cetak impor menguasai market share di kalangan menengah bawah.

Meskipun begitu, pengusaha batik yang juga sebagai Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia (YBI) Doddy Soepardi optimistis geliat batik tulis lokal mampu merajai pasar perdagangan bebas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain memiliki motif yang beragam, batik tulis lokal juga memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibanding batik cetak impor.

"Saya optimistis bisa bersaing karena kita punya motif yang beda, bermacam-macam, dan beraneka ragam," ujar Doddy, ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).

Bahkan, lanjut dia, batik tulis lokal diperkirakan mampu menembus tren fesyen dunia. Ciri khas dan kualitas yang sulit ditandingi dari produk pakaian dunia lainnya, membuat Doddy optimistis menatap pasar ASEAN hingga mancanegara.

Tak hanya itu, lanjut dia, ekspor batik pun kian meningkat seiring tumbuhnya tren pakaian batik yang dipakai oleh para kepala negara. Meskipun tak hapal jumlah pastinya, namun ia meyakini ekspor batik tulis lokal bakal merajai tren fesyen dunia.

Maka itu, ia meminta kepada para pengusaha batik tulis lokal agar terus berinovasi dalam desain dan motif batik agar mampu dilirik fesyen dunia. "Kita mengajak para pebatik jangan patah semangat agar bisa mengembangkan kualitas batik. Ini agar ekspor batik ke luar jadi lebih baik," pungkas Doddy.


(ABD)