Anas: Jangankan Hak Politik, Hak Kewarganegaraan Juga Boleh Dicabut

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 17 Jun 2015 18:09 WIB
anas urbaningrum
Anas: Jangankan Hak Politik, Hak Kewarganegaraan Juga Boleh Dicabut
Anas Urbaningrum. (Foto:Antara/Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tak mempermasalahkan hak politiknya dicabut. Dia bahkan menantang hak-hak penting lainnya juga dicabut.
 
"Jangankan hak politik, hak kewarganegaraan kalau mau dicabut juga boleh kok. Itu bukan soal," kata Anas saat akan dibawa ke Lapas Sukamiskin, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).
 
Pencabutan hak politik ini merupakan hukuman tambahan yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA). Majelis hakim sebelumnya, sudah menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan.
 
Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp57.592.330.580 dan USD5,26 juta kepada negara. Bila uang pengganti ini dalam waktu satu bulan tidak dilunasinya, seluruh kekayaan Anas akan dilelang. Apabila masih juga belum cukup, Anas terancam penjara selama empat tahun.
 
Dia menyayangkan putusan yang dijatuhkan Hakim Agung Artidjo Alkostar, Krisna Harahap, dan MS Lumme. Anas akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi MA. "Yang soal buat saya adalah putusannya yang tidak adil," tegasnya


(FZN)