Desmon: Daftar Komisioner KPK, Perwira Polisi Harus Siap Mundur

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 17 Jun 2015 19:05 WIB
pimpinan kpk
Desmon: Daftar Komisioner KPK, Perwira Polisi Harus Siap Mundur
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa--MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon Mahesa menyambut baik beberapa perwira Polri yang mencalonkan diri sebagai Pimpinan KPK jilid IV. Walau siapapun berhak menjadi Ketua KPK jika memenuhi syarat, namun perwira polisi tersebut harus mundur dari institusinya.

"Kalau menurut saya siapapun hari ini, apakah masih aktif atau tidak, silahkan mendaftar. Tapi kalau (yang aktif) sudah ditetapkan (jadi pimpinan), harus berhenti. Biar enggak ada yang dilanggar dari UU itu," kata Desmon saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Politikus Partai Gerindra ini juga berharap pimpinan KPK yang berikutnya dapat bekerja dengan hati-hati dalam proses penegakan hukum. Sebab hal inilah yang selalu menjadi permasalahan didalam lembaga antikorupsi itu. 

"Harusnya ya menegakkan hukum. Siapapun harus hati-hati menjalankan ini. Jangan sampai seperti sekarang. Rusaknya KPK ini kan karena penyidik dan pimpinannya tidak hati-hati. Harusnya lebih hati-hati lah. Kenapa dalam UU KPK SP3 enggak ada? karena harapannya lebih hati-hati agar tidak ada kesalahan," jelas dia.

Soal revisi UU KPK, Desmon mengakui ada muncul pro kontra di dalam dewan. Namun dia meminta agar semua pihak dapat mempelajari revisi tersebut, agar tidak ada pemikiran DPR ingin melakukan pelemahan terhadap lembaga antikorupsi tersebut.

"Secara wacana kan pro dan kontra, ada yang setuju revisi dan ada yang tidak. Dua duanya bisa benar, bisa salah. Lihat dulu draf revisinya apa. Orang yang anti revisi ini kan drafnya belum ada sudah dibilang pelemahan KPK aneh itu," pungkas dia.

Tiga orang berlatarbelakang perwira Polisi turut mendaftarkan diri ke Tim Panitia Seleksi Komisioner KPK. Ketiga orang tersebut adalah Irjen Yotje Mende, Irjen Syahrul Mamma, dan Irjen (Purn) Benny Mamoto.

Yotje kini menjabat sebagai Kapolda Papua. Sementara itu, Syahrul adalah Deputi Bidang Koordinasi dan Keamanan Nasional di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Sedangkan Benny pensiun dari jabatan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Negara (BNN).


(SUR)