Kubu Ical Masih Ngotot Soal Hak Daftar ke KPU

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 17 Jun 2015 20:07 WIB
kisruh golkar
Kubu Ical Masih Ngotot Soal Hak Daftar ke KPU
Sekretaris Jendral Golkar versi munas Bali, Idrus Marham--Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) taat hukum soal Partai yang berhak mendaftarkan calon ke dalam Pilkada 2015. Kubu Ical ngotot KPU harus menerima kepengurusan hasil Munas Riau yang sudah sah, dan berhak meneken pencalonan kepala daerah yang diusung.

"Kita hormat karena taat azaz. Ada putusan pengadilan dia seperti itu (mengembalikan ke Munas Riau). Kita harus hormati putusan pengadilan. Sambil menunggu kekuatan hukum tetap maka Munas Riau yang berlaku," kata Sekjen Golkar kubu Ical, Idrus Marham, di Kompleks Parlemen Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).

Dia menjelaskan, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sama-sama berujung hal yang sama. Keduanya telah membatalkan Surat Keputusan Menkumham terkait kepengurusan hasil Munas Ancol dan mengembalikan kepengurusan ke hasil Munas Riau.

Putusan pengadilan mengembalikan hak kepengurusan ke Munas Riau agar tidak ada kekosongan  (vacum of power) dalam Golkar. Sehingga, Golkar dapat ikut berkompetisi dalam Pilkada 2015.

"KPU tidak bisa tidak, ini di negara Indonesia. KPU mengikuti aturan Republik Indonesia ada aturan pengadilan. PN Jakarta Utara bukan pengadilan angkasa tapi Indonesia, artinya KPU harus ikuti aturan di Republik Indonesia," terang dia.

Ia menegaskan kepengurusan Munas Riau belum dapat disebut diberhentikan atau demisioner. Sebab kepengurusan hasil Munas Bali atau Munas Ancol sama-sama belum dapat dijalankan.

"Kalau ada yang bilang (kepengurusan Munas Riau) sudah demisioner, itu salah. Demisioner itu kalau salah satu baik Munas Bali atau Munas Ancol kepengurusannya sudah berjalan," tegas dia.


(SUR)

Pukat UGM: KPK Masih Bisa Jadikan Setnov Tersangka

Pukat UGM: KPK Masih Bisa Jadikan Setnov Tersangka

19 minutes Ago

Ini adalah salah satu hasil eksaminasi atau kajian atas putusan praperadilan Setnov yang dikabu…

BERITA LAINNYA