Volatilitas USD Menurun, Ada Peluang Rupiah Menguat

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 18 Jun 2015 08:15 WIB
kurs rupiah
Volatilitas USD Menurun, Ada Peluang Rupiah Menguat
Ilustrasi -- FOTO: MI/Atet Dwi Permana

Metrotvnews.com, Jakarta: Mata uang rupiah diprediksi masih akan melemah mengikuti pernyataan Federal Reserve yang mempertahankan tingkat suku bunganya.

"Sentimen yang terjadi pun kurang lebih sama seperti di bulan-bulan sebelumnya, di mana The Fed belum tentu akan menaikkan Fed rate secara tiba-tiba," ungkap Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (18/6/2015).

Reza memaparkan, pelaku pasar cenderung untuk menjauh dari pasar sambil mencermati hasil sidang The Fed. Data-data building permits menunjukkan perbaikan, sehingga memberikan sentimen positif pada laju dolar AS (USD).

"Tampaknya harapan kami pun tidak terjadi dengan pelemahan rupiah tersebut. Sebelumnya, juga sudah kami sampaikan, meski cenderung stagnan, tapi laju Rupiah diharapkan dapat bergerak positif mengingat volatilitas laju USD yang sedang turun," kata Reza.

Dia menjelaskan, laju rupiah berbalik di bawah level support Rp13.340 per USD. Sementara rupiah berpeluang berbalik melemah seiring dengan rapat The Fed. Namun demikian, pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas.

Selain itu, lanjut dia, tetap mencermati setiap sentimen yang dirilis. "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp13.375-Rp13.360 per USD (kurs tengah BI)," pungkas Reza.


(AHL)