Malas ke Bank, Tukar Uang Lebaran di Sini Saja

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 18 Jun 2015 10:50 WIB
bank indonesia
Malas ke Bank, Tukar Uang Lebaran di Sini Saja
Masyarakat menukarkan uangnya kepada Bank Indonesia. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan perbankan dan beberapa pihak seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap melayani kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyediakan beberapa titik layanan kas BI di beberapa wilayah demi mengantisipasi lonjakan transaksi dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran 2015.

Adapun untuk wilayah Jakarta, kegiatan layanan kas BI tersebut akan dilakukan sejak 17 Juni sampai dengan 15 Juli 2015 (hari kerja) di beberapa wilayah yaitu di lapangan IRTI Monas mulai pukul 09.00 sampai 13.00 WIB.

Kemudian disediakan pula kegiatan layanan kas ini di enam stasiun kereta api, seperti Stasiun Kota, Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Stasiuun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara dan Stasiun Cikini mulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Sementara itu, lanjut dia, jumlah uang pecahan kecil (UPK) yang dapat ditukar oleh masyarakat adalah sebesar Rp3,7 juta per orang dengan rincian Rp20 ribu satu pak sebesar Rp2 juta. "Lalu Rp10 ribu satu pak sebesar Rp1 juta, Rp5.000 sebanyak satu pak sebesar Rp500 ribu, dan Rp2.000 sebanyak satu pak sebesar Rp200 ribu," pungkas dia.

Optimalisasi layanan penukaran uang juga ditempuh dengan penyediaan kegiatan layanan kas keliling di pasar-pasar dan tempat keramaian masyarakat lainnya untuk penukaran UPK baik di wilayah Provinsi DKI Jakarta maupun daerah-daerah di wilayah Kantor Perwakilan BI.

Adapun untuk mengetahui lokasi kas keliling di wilayah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat dapat menghubungi Call Center Bank Indonesia 131 (BICARA) atau mendapatkan informasinya di twitter BI @bank_indonesia. Seperti diketahui, BI memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadan dan Idul Fitri 1436H/2015 sebesar Rp119,1 triliun sampai Rp125,2 triliun, sementara realisasi outflow pada tahun sebelumnya sebesar Rp124,8 triliun.


(AHL)