Trend Micro: Lebih dari 5 Juta Adware Ancam Android

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 18 Jun 2015 11:13 WIB
trend micro
Trend Micro: Lebih dari 5 Juta Adware Ancam Android
Ilustrasi pembobolan password

Metrotvnews.com: Di kuartal pertama tahun 2015, Trend Micro mencatat bangkitnya kembali beragam vulnerabilities model lama, di antaranya adalah malvertising, eksplotasi vulnerability zero-day, “old-school” macro malware dan FREAK vulnerability yang usianya sudah menginjak lebih dari satu dekade.

Dalam laporan ikhtisar ancaman keamanan Trend Micro Q1 2015 yang bertajuk “Bad Ads and Zero-Days: Reemerging Threats Challenge Trust in Supply Chains and Best Practices”, disampaikan pula mengenai maraknya kemunculan variasi-variasi ancaman kemanan model lama dan baru yang mendominasi peta keamanan siber di kuartal pertama tahun 2015.

Dari perspektif industri, ditemukan pula adanya geliat aktivitas yang mengancam keamanan industri kesehatan dan sistem point-of-sale (PoS). Dari pantauan di seluruh aktivitas keamanan selama tiga bulan pertama di tahun 2015, laporan temuan Trend Micro menunjukkan kemungkinan kendornya kewaspadaan para profesional di bidang keamanan dan anggapan bahwa upaya keamanan yang sudah diterapkan sudah cukup mumpuni.

“Tahun ini diprediksi akan diwarnai oleh catatan-catatan tentang meningkatnya serangan-serangan, ditilik dari sisi volume, kecerdikan, serta kecanggihan serangan. Seluruh lapisan, baik kalangan individu maupun bisnis dituntut untuk selalu proaktif dalam menerapkan upaya perlindungan terhadap ancaman-ancaman keamanan yang bakal hadir,” ungkap Andreas Kagawa, Country Manager, Trend Micro Indonesia.

Para peneliti Trend Micro juga berhasil mengungkap adanya eksoploitasi zero-day yang menarget software Adobe dengan memanfaatkan malvertisements. Lebih mengerikan lagi, pola eksploitasi ini bahkan tidak perlu lagi mengelabui korban untuk mengunjungi atau berinteraksi dengan situs-situs berbahaya agar dapat menginfeksi mereka.

Di kuartal ini, tercatat pula ancaman-ancaman terkait malvertisements, di antaranya adalah Superfish, bloatware prainstal di laptop yang punya kemampuan untuk mengubah hasil pencarian (yang ditampilkan dalam bentuk gambar) berdasarkan riwayat penjelajahan yang dilakukan oleh pengguna. Tidak saja perilakunya menyerupai adware, bloatware jenis ini juga memberi peluang pada penjahat siber untuk mengintip komunikasi yang seharusnya aman dari hal semacam ini.

Kemunculan adware juga memuncaki daftar ancaman-ancaman mobile yang berhasil dicatat Trend Micro, dengan lebih dari lima juta ancaman Android terjadi –hampir mendekati angka prediksi yakni sebanyak total delapan juta ancaman mobile hingga akhir tahun 2015. Bahkan, kemunculan aplikasi-aplikasi berbahaya dan berisiko tinggi yang berhasil diblokir Trend Micro tersebut memang terkait dengan adware.

Pada kuartal pertama 2015 tercatat pula bahwa telah terjadi peningkatan serangan siber secara signifikan yang menyasar industri kesehatan, selain tentunya serangan-serangan yang menarget iOS dan sistem point-of-sale (PoS).

Ditengarai eksploitasi-eksploitasi yang melanda di beragam area tersebut telah mengemuka dalam beberapa tahun belakangan, sehingga para peneliti yakin bahwa peningkatan eksploitasi di kuartal pertama tahun ini terjadi akibat kurangnya kesiapan dan kewaspadaan dalam menerapkan perlindungan kemanan. Hal tersebut tentu menuntut dilakukannya peninjauan kembali dan penerapan sistem keamanan yang lebih ketat dan lebih menyeluruh lagi.
 


(ABE)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

10 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA