BI: Pelemahan Rupiah Untungkan Pariwisata NTB

Antara    •    Kamis, 18 Jun 2015 13:12 WIB
rupiah melemah
BI: Pelemahan Rupiah Untungkan Pariwisata NTB
Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Mataram: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prijono menilai pelemahan nilai rukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguntungkan pariwisata di daerah karena pengeluaran wisatawan mancanegara juga semakin meningkat.

"Peningkatan pengeluaran wisatawan lebih disebabkan oleh adanya peningkatan daya beli secara fundamental yang tampak dari penguatan produk domestik bruto dunia ataupun penguatan daya beli relatif yang terutama disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah," kata Prijono, di Mataram, Kamis (18/6/2015).

Ia menyebutkan, semakin besar produk domestik bruto dunia, maka tingkat pengeluaran juga akan semakin meningkat. Demikian pula dengan semakin menguat nilai USD, maka pengeluaran wisatawan mancanegara juga akan semakin meningkat.

Sepanjang triwulan I-2015, kata Prijono, pergerakan USD menunjukkan penguatan terhadap mata uang negara lain, tidak terkecuali rupiah. Pada triwulan I-2015, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah sebanyak 4,3 persen terhadap triwulan sebelumnya, atau sebesar 7,81 persen terhadap triwulan I-2014.

Prijono menambahkan, pariwisata NTB saat ini berada dalam kondisi diuntungkan dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah, terlebih tingkat kunjungan wisatawan mancanegara semakin meningkat dari tahun ke tahun. 

"Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun juga menjadi faktor yang berisiko menghambat laju kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB," katanya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB mendata sebanyak 800 ribu wisatawan baik nusantara maupun mancanegara berkunjung ke daerahnya selama periode Januari-Juni 2015. Para wisatawan itu masuk berkunjung ke NTB melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), Kabupaten Lombok Tengah Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan melalui Bali menuju tiga gili, yakni Gili Trawangan, Air dan Meno, di Kabupaten Lombok Utara.


(ABD)