Saksi: Angeline Kecil Disuruh Bekerja Layaknya Orang Dewasa

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 18 Jun 2015 13:50 WIB
penemuan jenazah angeline
Saksi: Angeline Kecil Disuruh Bekerja Layaknya Orang Dewasa
Sejumlah siswa SDN 12 Sanur berdoa bersama untuk teman mereka, Angeline, Ant/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Denpasar: Engeline (sebelumnya ditulis Angeline) masih berusia delapan tahun. Namun, ia sudah melakukan pekerjaan layaknya orang dewasa. Ia melakukan itu di rumah ibu angkatnya, Margriet, di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali.

"Anak sekecil ini disuruh bekerja layaknya orang dewasa, dipukul, dicaci-maki dan sebagainya," ungkap Yudith di sela-sela memberikan kesaksian terkait kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet di Mapolda Bali, Denpasar, Kamis (18/6/2015).

Yudith mengaku pernah tinggal di rumah Margriet kurang lebih tiga bulan. Ia sengaja datang dari Samarinda, Kalimantan Timur, untuk memberikan kesaksian dalam kasus tersebut.

Selama tinggal di rumah Margriet, Yudith mengaku melihat Engeline dipukul, dibentak, dimarah, dan rambutnya dijambak. Perlakuan itu didapat Engeline hampir tiap hari. Namun Yudith mengaku tak bisa berbuat banyak.

"Saya hanya menumpang di rumahnya," kata Yudith.

Saksi lain, Franky, pun mengungkapkan hal serupa. Setiap hari, Engeline membersihkan kandang ayam, memberi makanan ayam, anjing, dan kucing. Franky beberapa kali mengambil alih pekerjaan Engeline karena kasihan.

"Anak ini terpaksa lebih cepat dewasa dari usianya. Kalau saya mau mengambilalih pekerjaannya, dia (Engeline) yang mengajari saya. Di saat itulah, dia bisa bermain sebagaimana layaknya anak kecil," ungkap Franky.

Pria yang juga datang dari Samarinda itu juga mengaku menyaksikan kekerasan terhadap Engeline. "Ada yang pukul di depan saya, ada yang hanya dengar teriakan dan Engeline menangis. Dan itu hampir setiap hari," ujarnya.

Franky tak tahan dengan situasi itu. Secara halus, ia pernah meminta Margriet untuk menghentikan kekerasan itu.

"Sudahlah, Bu. Biar nanti saya yang kerjakan ini semua. Semuanya pasti beres," ujar Franky menceritakan percakapannya dengan Margriet beberapa bulan lalu.

Namun Margriet menolak. "Dia itu anak saya, saya yang kasi makan, saya yang hidupi dia. Jangan dimanja seperti ini," ujar Franky menirukan ucapan Margriet.

Yudith dan Franky merupakan dua dari tiga saksi yang datang dari Samarinda. Ketiganya pernah tinggal di rumah Margriet. Mereka memberikan kesaksian kepada penyidik Polda Bali terkait penelantaran Angeline dengan tersangka Margriet.


(RRN)