Awas, Penyerangan Siber Berkedok Penyebaran Informasi Mengenai MERS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 18 Jun 2015 14:09 WIB
security
Awas, Penyerangan Siber Berkedok Penyebaran Informasi Mengenai MERS
MERS dikhawatirkan akan mewabah ke negara-negara Asia lainnya. AFP PHOTO/FILES/Peter PARKS

Metrotvnews.com: MERS (Middle East Respiratory Syndrome), merupakan penyakit berbahaya dengan angka kematian 40 persen. Sejauh ini, di Korea Selatan, telah mencatat sebanyak 400 kasus MERS, sementara 2.000 orang telah dikarantina dengan tujuan untuk mencegah agar virus ini tidak menyebar lebih luas lagi. Tidak heran jika masyarakat Korea Selatan menjadi waspada dan ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai MERS.

Sayangnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar malware. Modus yang mereka gunakan adalah dengan mengirimkan email dengan lampiran sebuah file .exe yang sekilas, terlihat seperti dokumen Microsoft Word.

File tersebut akan diberi judul yang berhubungan dengan MERS. Di bawah ini adalah salah satu contoh file yang dikirimkan. Tulisan Korea tersebut berarti, "Daftar rumah sakit dan pasien yang terinfeksi MERS.docx.exe."



Saat penerima email membuka lampiran tersebut, komputer miliknya akan terinfeksi Trojan.Swort. Symantec telah melakukan observasi terhadap komputer yang terinfeksi malware ini. Dan mereka menemukan bahwa, meski malware ini bukanlah sebuah ancaman baru, tetapi komputer yang terinfeksi akan menjadi tidak responsif.

Symantec menduga, ini bukanlah pertama kalinya para pelaku di balik penyebaran malware ini melakukan penyebaran malware dengan modus mengirimkan informasi menyangkut penyakit tertentu. Sebelumnya, mereka telah menggunakan virus ebola sebagai kedok untuk menyebarkan malware.

Selain wabah yang mendunia, mereka juga mungkin menggunakan kejadian lokal untuk memancing agar orang-orang di wilayah tertentu membuka file yang mereka kirimkan. Mengingat kekhawatiran MERS akan menyebar ke negara-negara Asia lainnya, sebaiknya Anda tak hanya mewaspadai wabah MERS itu sendiri, tetapi juga orang-orang yang berusaha untuk memanfaatkan keadaan ini.

Tidak tertutup kemungkinan penyerangan siber dengan modus berpura-pura mengirimkan berita mengenai MERS akan ikut menyebar seiring dengan MERS. Karena itu, sebaiknya Anda tidak mengunduh atau membuka lampiran atau link yang ada pada email dari pengirim yang tidak Anda kenal atau email mencurigakan lainnya.


(ABE)