Ruki: Penghentian Kasus untuk Tersangka Meninggal

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 18 Jun 2015 14:56 WIB
revisi uu kpk
Ruki: Penghentian Kasus untuk Tersangka Meninggal
Taufiequrachman Ruki. Antara Foto/Hafidz

Metrotvnews.com, Jakarta: Plt Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki mengklarifikasi soal usulannya agar KPK bisa mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Dia mengatakan, SP3 hanya untuk tersangka tertentu seperti tersangka yang meninggal dunia.

"Tidak boleh melanjutkan orang yang sudah meninggal ke pengadilan. Tapi kalau kasus itu ditangani oleh KPK siapa yang menghentikan," kata Ruki disela-sela rapat dengan pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Dia menegaskan, KPK tidak akan menggunakan SP3 karena kesalahan penyidik dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. "Bukan yang kurang bukti. Kalau yang kurang bukti itu namanya bodoh penyidiknya," tegas dia.

Ruki mengakui hal itu ide pribadinya, bukan keinginan KPK secara kelembagaan. "Iya ini ide saya pribadi," cetus dia.

Plt Pimpinan KPK Johan Budi sebelumnya menentang usulan Ruki. Menurut dia, ada sejarah khusus yang membuat KPK tidak dapat mengeluarkan SP3. Salah satunya, agar KPK dapat berhati-hati dalam menangani suatu perkara.

"KPK sebagai penegak hukum yang bertugas memberantas korupsi diberi kewenangan khusus tidak bisa memberi SP3. Ada sejarahnya. Sehingga KPK harus berhati-hati dalam memutuskan atau menetapkan seseorang jadi tersangka," terang Johan Budi.


(TRK)