Pertama Kalinya dalam 13 Bulan, Harga Perumahan Tiongkok Melonjak

Reuters    •    Kamis, 18 Jun 2015 15:35 WIB
tiongkok
Pertama Kalinya dalam 13 Bulan, Harga Perumahan Tiongkok Melonjak
illustrasi Tiongkok, (AP Photo/Vincent Yu)

Metrotvnews.com, Hong Kong: Harga perumahan di Tiongkok mengalami kenaikan untuk pertama kalinya selama 13 bulan pada Mei dari April 2015. Hal ini mengindikasikan penurunan harga properti sudah menyentuh titik terendahnya dan kembali naik meskipun kelebihan permintaan dan sejumlah proyek pembanguan masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

Reuters melansir, Kamis (18/6/2015), harga rata-rata perumahan di 70 perumahan di Tiongkok mengalami kenaikan 0,2 persen dari April sampai dengan Mei, ini merupakan kenaikan harga rata-rata perumahan yang pertama kalinya semenjak Mei 2014.

Secara tahunan, harga rumah jatuh ke 5,7 persen dari sebelumnya 6,1 persen selama sembilan bulan pada April 2015. Ekonom menuturkan, kenaikan  harga perumahan baru setelah menyentuh titik terendahnya ini diprediksi tidak akan membawa perbaikan investasi properti pada tahun ini.

Jeda di antara penjualan dan pembukaan rumah baru diharapkan akan berlangsung lebih lama ketimbang dari enam hingga delapan bulan sebelumnya berdasarkan tingginya tingkat persediaan rumah terutama di kota yang berpendapatan rendah. Tiongkok mengatakan akan mengembangkan investasi untuk mendukung perekonomian.

Data resmi pemerintah mengatakan persediaan residensial pada Mei mencapai 21.9 persen lebih tinggi ketimbang setahun lalu dan meningkat 0.2 persen ketimbang dengan data April.

Pengamat ekonomi Tiongkok dari RBS Louis Kuijs menuturkan sembilan bulan data penjualan mungkin membuat investor menunjukan perbaikan dalam investasi properti meskipun tidak mudah untuk diwujudkan. "Kondisinya berbeda ketimbang masa lampau," kata dia.

Industri properti berkontribusi sekitar 12 persen dari perekonomian Tiongkok pada kuartal satu tahun ini, tetapi kejatuhan sektor tersebut ikut menghajar permintaan baja dan semen kepada berbagai sektor seperti furniture dan sement yang berkontribusi sekitar 30 persen dari PDB.

Investasi Properti Melambat

Di sisi lain, investasi properti tumbuh lambat sebesar 5,1 persen dari Januari sampai dengan Mei pada setahun pertama. Data resmi pemerintah menunjukkan penjualan sementara area ketersediaan properti menurun 0,2 persen dan merosot dari pertumbuhan 4,8 persen dari Januari sampai dengan April 2015.

Pusat Biro Statistik Pemerintah mengatakan penjualan rumah baru di Sehanzen mencapai sisi konservatif dengan mencapai 7,5 persen pada Mei atau mengalami kenaikan 0,7 persen dari April.

Kedua kota utama Seperti Beijing dan Shanghai mengalami penurunan permintaan rumah sebanyak 2,3 persen sementara itu Guangzhou tumbuh perlahan selama 4,8 persen. Tiga kota tersebut kemudian secara month on month meningkat 1,1 persen, 2,2 persen, dan 1,4 persen. (MTVN/Arif Wicaksono) 



(ABD)