Suramadu Gratis, Penyeberangan Ujung-Kamal Terancam Ditinggalkan Operator

Agus Josiandi    •    Kamis, 18 Jun 2015 15:59 WIB
jembatan suramadu
Suramadu Gratis, Penyeberangan Ujung-Kamal Terancam Ditinggalkan Operator
Suasana sepi di Pelabuhan Kamal, Metrotvnews.com/ Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Sejumlah operator swasta terancam meninggalkan penyeberangan Ujung, Surabaya menuju Kamal, Bangkalan, Jawa Timur. Ancaman itu terjadi sejak pemberlakuan gratis untuk pengendara sepeda motor melintasi jembatan yang menghubungkan Surabaya-Bangkalan, Jembatan Suramadu.

Supervisor Operasional PT ASDP Ujung-Kamal, Chairil Anwar, mengaku pemberlakuan itu mengakibatkan potensi kerugian. "Jelas operator swasta kan orientasinya profit mas, jadi sangat mungkin mereka akan pergi jika terus mengalami kerugian, beda dengan kami yang BUMN, walaupun merugi masih ada upaya lain berupa subsidi silang dari cabang lain," terang Chairil, Kamis  (18/6/2015).

Sejak beroperasinya Suramadu pada 2009, Chairil menjelaskan sedikit demi sedikit armada penyeberangan milik perusahaan swasta meninggalkan pelabuhan. Padahal, dulunya, pelabuhan itu menjadi pintu utama dari dan menuju Madura.

"Sekarang tinggal 5 armada saja, padahal dulu jumlahnya belasan," imbuh Chairil.

Chairil mengatakan lima armada melayani penyeberangan Ujung-Kamal. Dua di antaranya adalah armada milik PT ASDP.

"Terakhir kemarin PT Jembatan Madura menarik satu armadanya. Sehingga sekarang hanya ada 3 armada swasta, 2 milik PT Dharma Lautan, satu lagi milik PT Jembatan Madura," papar Chairil.

Menurut pihak PT ASDP selaku operator pelabuhan, selama setahun kemarin pihaknya mengalami kerugian sebesar 11 milyard rupiah.  Kondisi ini diduga akan semakin parah, sehubungan dengan pemberlakuan tarif gratis untuk roda dua di Jembatan Suramadu.


(RRN)