REI Jateng Pesimistis Target Rumah Murah Terealisasi

Antara    •    Kamis, 18 Jun 2015 16:11 WIB
sejuta rumah
REI Jateng Pesimistis Target Rumah Murah Terealisasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Semarang: Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng) mengaku pesimistis target rumah murah dapat terealisasi seiring dengan banyaknya kendala yang harus dihadapi pengembang dalam merealisasikan program pemerintah tersebut.

"Kami dari DPD REI sudah banyak menerima keluhan dari para pengembang mengenai rumah murah dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ini," kata Wakil Ketua REI Jateng bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat, di Semarang, Kamis (18/6/2015).

Menurutnya, kemudahan yang dijanjikan oleh pemerintah hingga saat ini belum berjalan. Kondisi tersebut memaksa para pengembang untuk memperlambat pembangunan rumah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini.

"Sebelumnya pemerintah akan memberikan keringanan untuk pembelian rumah murah ini di antaranya uang muka satu persen dan bunga KPR lima persen. Sampai sekarang rencana ini belum berjalan sehingga penjualan rumah juga belum baik," katanya.

Selain itu, pihaknya menilai kebijakan antara pemerintah pusat dengan daerah belum selaras, salah satunya mengenai peraturan pada izin mendirikan bangunan (IMB). Hal ini berdampak terhadap para pengembang harus ikut membantu.

"Misalnya untuk IMB, kalau pemerintah pusat mengimbau agar IMB dibayar lima persen dari biaya semestinya, tetapi pemerintah daerah belum menerima itu. Jadi pengembang harus membayar lebih tinggi dari lima persen tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, dari target satu juta rumah murah yang diprogramkan oleh Presiden Joko Widodo, REI Jateng akan membangun sebanyak 8.000 unit untuk tahun ini. Namun, pihaknya mengaku pesimistis target dari REI Jateng tersebut dapat terealisasi.

"Dari awal tahun hingga saat ini belum ada 1.000 unit rumah murah yang sudah terbangun. Oleh karena itu, kami pesimistis realisasi pembangunan rumah pada tahun lalu yang hampir mencapai 8.000 unit bisa tercapai kembali," pungkasnya.


(ABD)