Australia Sebut RI Tak Becus Jaga Perbatasan, Kemenlu Bereaksi

Willy Haryono    •    Kamis, 18 Jun 2015 16:32 WIB
imigran gelap
Australia Sebut RI Tak Becus Jaga Perbatasan, Kemenlu Bereaksi
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir. (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyebut sindikat perdagangan manusia berdatangan ke negaranya karena Indonesia tak becus menjaga kedaulatan di wilayah perairan.
 
Komentar Bishop terlontar setelah Menlu Retno Marsudi meminta klarifikasi mengenai pemberian uang suap oleh pejabat Australia kepada kapten dan kru pengangkut pengungsi. Uang diberikan agar kapten memutar kapalnya kembali ke Indonesia.
 
"Indonesia serius menjaga perairan dan kedaulatan. Itu adalah salah satu kebijakan prioritas Indonesia," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Ruang Palapa Kemenlu, Jakarta, Kamis (18/6/2015).
 
"Tapi kita juga mengakui tidak mudah menjaganya selama 24 jam. Luas laut kita 3,2 juta kilometer per segi, garis pantai sekitar 80 ribu kilometer," sambung dia.
 
Kapal yang didorong Australia beberapa pekan lalu itu terdampar di Pulau Rote. Kapten serta lima kru yang mengaku disuap Australia sedang menjalani proses hukum.
 
Tata mengatakan otoritas Rote sejauh ini sudah menangani tujuh kasus perdagangan manusia. Namun untuk kasus yang ada unsur penyuapan di dalamnya, baru kali pertama terjadi.
 
"Kasus terbaru ini kasus ketujuh di Rote. Sebelumnya, pelaku perdagangan manusia di Rote dihukum antara 4,5 sampai 10 tahun penjara," kata Tata.



(FJR)