Sidang Praperadilan Ilham Arief digelar Pekan Depan

Deny Irwanto    •    Kamis, 18 Jun 2015 17:05 WIB
kasus korupsi
Sidang Praperadilan Ilham Arief digelar Pekan Depan
Ilham Arief Sirajuddin (kanan). Foto: Mohamad Irfan/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang Perdana Gugatan Praperadilan yang diajukan bekas Wali Kota Makassar, llham Arief Sirajuddin, akan mulai digelar Kamis 25 Juni pekan depan. Pada praperadilan kali ini, Arief kembali menggugat KPK.

Perlawanan itu dilakukan setelah Arief ditetapkan lagi sebagai tersangka oleh KPK. "Benar, sudah diajukan gugatan praperadilannya," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutisna, kepada Metrotvnews.com di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya (18/6/2015).

Gugatan Praperadilan Arief dengan Nomor Perkara: 55/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL tersebut akan dipimpin Hakim unggal Amat Khusairi.

Sebelumnya, Ilham Arief Sirajuddin kembali mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan dengan termohon KPK. Arief tak terima kembali dijadikan tersangka.

Pengadilan sebetulnya sudah membebaskan Arief dari status tersangka. Pada praperadilan pertama, PN Jakarta Selatan memutuskan status tersangka Arief tak sah. Namun usai putusan itu, KPK kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang menersangkakan Ilham.

Salah seorang pengacara Ilham Arief, Deny Hariyatna mengatakan, permohonan gugatan praperadilan tersebut diajukan pada Selasa 16 Juni. Made Sutrisna juga membenarkan.

"Iya betul (sudah ajukan gugatan praperadilan kedua)," kata Deny saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, PN Jakarta Selatan menerima gugatan praperadilan yang diajukan oleh Ilham Arief Sirajuddin dengan pihak termohon KPK. Dengan kata lain, penetapan status tersangka terhadap Ilham oleh KPK dinyatakan tidak sah.

"Menetapkan penetapan tersangka tidak sah, menyatakan tidak sah penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan, tidak sah pemblokiran rekening atasnama pemohon," ujar hakim tunggal Yuningtyas Upiek diruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa 12 Juni lalu.

Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan tersangka oleh KPK sejak sekitar setahun lalu, yaitu pada 7 Mei 2014. Arief diduga korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.

KPK Siap

Di sisi lain, KPK tak masalah jika Arief kembali mengajukan praperadilan. Kendati kalah di 'babak pertama', KPK menyatakan siap untuk menghadapi gugatan Arief.

"Ini semua merupakan hak warga negara, khususnya tersangka untuk ajukan praperadilan," kata Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, dalam pesan singkat, Rabu 17 Juni.

"Atas permohonan praperadilan IAS, KPK tetap akan mengikuti proses ini sesuai aturan hukum yang berlaku saja," lanjut Indriyanto.

Permohonan Praperadilan Ilham Arief ini merupakan bentuk perlawanan terhadap KPK yang menerbitkan sprindik barunya pada Rabu pekan lalu, 10 Juni 2015. Namun Indriyanto memastikan penerbitan sprindik ini sesuai prosedur.

"Bagi KPK, kami hanya melaksanakan amanah putusan MK (Mahkamah Konstitusi) untuk membuka sprindik lagi," tekan dia.

"Iya betul (sudah ajukan gugatan praperadilan kedua)," kata Deny saat dikonfirmasi.


(KRI)