BI: Kinerja Bank Syariah Riau Turun

Antara    •    Kamis, 18 Jun 2015 17:16 WIB
bank indonesia
BI: Kinerja Bank Syariah Riau Turun
Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menyatakan kinerja perbankan syriah di Riau mengalami penurunan sebanyak 5,51 persen atau menjadi Rp4,62 triliun pada triwulan I-2015 bila dibanding periode yang sama di tahun lalu. 

"Aset perbankan syariah mengalami kontraksi sebanyak 5,51 persen (year-on-year) jadi Rp4,62 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,69 triliun," papar Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Mahdi Muhammad, di Pekanbaru, Kamis (18/6/2015).

Dia menuturkan, aset bank umum syariah terhadap aset perbankan di Riau turun dari 5,63 persen di triwulan IV-2014 menjadi 5,04 persen. Penurunan aset didorong oleh penurunan dana yang dihimpun atau dana pihak ketiga (DPK) sebanyak 10,8 persen (year-on-year), sehingga jumlahnya menjadi Rp3,4 tiliun lebih.

Sedangkan pembiayaan syariah hanya mencatat pertumbuhan sebanyak 3,68 persen (year-on-year) atau sebesar Rp3,44 triliun yang sedikit mengalami peningkatan dibanding triwulan IV-2014. "Kita dapat melihat dari jumlah bank syariah di Riau juga belum ada penambahan. Dari 2013 hingga sekarang tetap stagnan yakni sebanyak 13 bank," sebutnya.

Penyebab lain penurunan kinerja bank syariah, tambah Madi, karena tidak adanya perluasan jaringan dan tidak banyak produk-produk baru yang disediakan bank syariah. "Bank syariah mestinya membuat produk-produk baru yang mampu mendorong masyarakat untuk melirik dan dari sisi pemasaran atau marketing, diminta lebih kreatif," jelasnya.

Dia juga meminta kepada pelaku bank syariah untuk gencar dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bank syariah itu sendiri. "Kalau mereka (bank syariah) sering melakukan edukasi kepada masyarakat, kita rasa kinerja dapat tumbuh kembali," pungkasnya.


(ABD)