Emiten Milik Hary Tanoe Alokasikan Rp3,2 Triliun untuk Buy Back

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 18 Jun 2015 18:34 WIB
mnc group
Emiten Milik Hary Tanoe Alokasikan Rp3,2 Triliun untuk <i>Buy Back</i>
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC -- FOTO: ANTARA/Usman Iskandar

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) telah mengalokasikan dana sebesar Rp3,2 triliun guna melakukan pembelian kembali (buy back) saham sebanyak-banyaknya 10 persen atau setara 1.256.620.150 saham.

Corporate Secretary Media Nusantara Citra Syafril Nasution menjelaskan, dana Rp3,2 triliun guna buy back 10 persen saham memiliki asumsi harga rata-rata buy back sebesar Rp2.500 per saham, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan buy back.

"Buy back direncanakan akan dilaksanakan selama 18 bulan terhitung setelah perseroan memperoleh persetujuan yang direncanakan pada 27 Juli 2015," ujar Syafril, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2015).

Adapun waktu pelaksanaan buy back 18 bulan dimulai 28 Juli 2015 sampai dengan 28 Januari 2017. Buy back akan dilakukan baik melalui bursa maupun melalui cara lainnya. Perseroan telah menunjuk PT MNC Securities (terafiliasi) sebagai perantara pedagang efek.

Pelaksanaan buy back merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan kinerja saham perseroan. Lanjut dia, perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai treasury stock. Meski demikian, dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan dapat menggunakan saham pada treasury stock untuk hal-hal lain yang mungkin diperlukan.

"Metode yang digunakan untuk buy back adalah metode pencatatan akuntansi biaya perolehan untuk treasury stock," ungkap dia.

Dampak pembelian kembali saham terhadap laporan keuangan dan pendapatan perseroan, lanjut dia, maka akan menurunkan aset dan ekuitas perseroan. Jika perseroan menggunakan saldo laba perseroan untuk buy back sebesar jumlah maksimum sebagaimana yang disetujui oleh RUPSLB, maka jumlah aset dan ekuitas akan berkurang dalam jumlah sebanyak-banyaknya Rp3,2 triliun.

"Perseroan yakin bahwa pelaksanaan buy back tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha perseroan," pungkas Syafril.


(AHL)