Suami dan Anak Siti Fadilah Disebut Kecipratan Uang Korupsi

Renatha Swasty    •    Kamis, 18 Jun 2015 20:02 WIB
kasus korupsi
Suami dan Anak Siti Fadilah Disebut Kecipratan Uang Korupsi
Siti Fadilah Supari

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut suami dan anak mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari menerima cipratan uang korupsi. Duit korupsi diberikan dari pengadaan peralatan medis dalam rangka penanganan wabah flu burung TA 2006.

Jaksa Risma Ansyari menyebut usai penunjukan PT Idofarma Global Medika (IGM) sebagai penyedia barang, suami Siti Fadilah kecripatan uang. 

"Bahwa PT IGM setelah dilakukan pembayaran pekerjaan pengadaan peralatan medis dalam rangka penanganan wabah flu burung sisa dana pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin TA 2006 mengeluarkan uang sejumlah USD13 ribu atau Rp118.365.000 diberikan kepada Muhammad Supari selaku suami dari Siti Fadilah Supari untuk keperluan perjalanan ke luar negeri bersama sama dengan Ary Gunawan (Direktur PT IGM)," beber Jaksa Risma saat membacakan dakwaan Mulya A Hasjmy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Tak cuma suami Siti, anaknya Tia Nastiti juga pernah mendapatkan uang dari pengadaan itu. Jaksa menyebut, selama proses pengadaan penyedia barang penanganan wabah flu burung, oleh PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT KFTD) yang dilakukan oleh PT Dwi Warna Jaya Raya (DWJR) tia ikut mendapatkan uang.

Dody Sugiarto dari PT DWJR selama dalam proses pengadaan berlangsung mengeluarkan cheque senilai Rp1 miliar. Dari situ dibelikan traveller cheque di Bank Mandiri Bapindo Cabang Sudirman sebanyak 40 lembar.

"Dengan nilai Rp25 juta perlembar dan 20 di antaranya dengan nilai keseluruhan Rp500 juta diberikan kepada Tia Nastiti (anak Siti Fadilah Supari) melalui Nuki Syahrun," beber Jaksa Risma.

Dalam dakwaan Mantan Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Depkes RI tahun 2006-2007 dan tahun 2009 Mulya A Hasjmy, Siti disebut menyetujui penunjukan langsung PT IGM dan PT KFDA sebagai penyedia dan pelaksana barang.

"Terdakwa kemudian meminta Yonke Mariantoro (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk segera melakukan kegiatan pengadaan peralatan medik dalam rangka penanganan wabah flu burung dengan cara penunjukan langsung sesuai arahan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari," kata Jaksa Risma Asyani.


(OJE)