Terkait Kondesat, KPK Penuhi Permintaan Bareskrim

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 19 Jun 2015 10:06 WIB
korupsi migas
Terkait Kondesat, KPK Penuhi Permintaan Bareskrim
Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi (Foto:MI/Atet)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memenuhi permintaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menyiapkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) tersangka dugaan kasus korupsi penjualan kondensat. Laporan ini diperlukan penyidik Bareskrim untuk menyidik dugaan pencucian uang para tersangka.
 
"Kami sedang menyiapkan dokumen yang diminta," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi lewat pesan singkat, Jumat (19/6/2015).
 
Dia menerangkan, surat permintaan dari Bareskrim sudah masuk ke pimpinan KPK sejak Senin 15 Juni lalu. Kini permintaan itu sedang diproses. "Sudah didisposisi untuk dipenuhi," ujarnya.
 
Ada tiga data LHKPN tersangka yang diminta Bareskrim. Mereka adalah salah satu pendiri PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) Honggo Wendratmo, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, dan mantan Deputi Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.
 
Laporan ini diperlukan lantaran penyidik Bareskrim ingin menyidik dugaan pencucian uang para tersangka. Data LHKPN untuk melihat peningkatan harta tersangka dalam kurun waktu praktik korupsi itu terjadi.
 
Dalam kasus ini, penyidik menemukan sejumlah dugaan tindak pidana, yakni penunjukan langsung PT TPPI oleh BP Migas untuk menjual kondensat. Meskipun kontrak kerja sama BP Migas dengan PT TPPI ditandatangani Maret 2009, namun PT TPPI menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual. PT TPPI juga diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara.


(FZN)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

6 minutes Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA