Saat Sekarat, Dokter Meminta Wanita Ini Berhenti Mencari Tahu Penyakitnya

   •    Jumat, 19 Jun 2015 11:13 WIB
penyakit anehkeluarga
Saat Sekarat, Dokter Meminta Wanita Ini Berhenti Mencari Tahu Penyakitnya
Bronte Doyne. (Foto:dailymail.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesan-pesan dan curhatan putus asa remaja yang memohon kepada dokter untuk menangani penyakitnya dengan serius sebelum meninggal tersebut akhirnya terungkap. Bronte Doyne, 19, mengatakan ia muak dengan para petugas medis yang menolak bahwa dia sedang sekarat. Mereka (pihak medis) juga menyuruhnya untuk berhenti mencari tahu lewat Google tentang penyakit langka yang berakhir membunuhnya.

Bronte, wanita cantik yang pada bulan Maret 2013 lalu dinyatakan meninggal itu, menderita penyakit karsinoma hepatoseluler fibrolamellar (FBC) selama 6 bulan. Penyakit ini yang menyerang hati ini termasuk penyakit langka.

Wanita muda ini sempat menjalani operasi pengangkatan kanker dan akan menjalani pemulihan penuh. Tetapi, penelitian secara online di Amerika mengatakan bahwa, penyakit FBC bisa kembali kapan saja. Sayangnya, gejala yang ditemukan masih kurang jelas.

Bronte bahkan mendapatkan perlakuan perawatan menyedihkan saat berada di Nottingham University Hospitals NHS Trust (NUH) yang menyuruh ia berhenti mencari tahu tentang penyakitnya di internet. Pada tahun 2012, Bronte pun sudah menunjukkan rasa sakit yang dideritanya.


(Tweet Bronte/Dailymail)

"Tubuhku tidak dalam keadaan yang baik. Aku melihat seperti banyak kematian hari ini," katanya. 

Terungkap pula, seminggu sebelum meninggal, jika wanita berambut panjang ini membutuhkan suatu jawaban akan penyakitnya. "Aku muak, sesuatu padaku sedang tidak benar. Aku butuh jawaban," tuturnya.

Ibu dari Bronte Doyne telah membuat pesan kepada publik dengan mengungkapkan penderitaan yang dialami putrinya. Bahkan, ia dan Bronte telah melakukan penelitian sendiri. "Saya telah mengatakan kepada dokter bahwa saya tahu apa yang terjadi pada putri saya dan sesuatu harus dilakukan, tapi saya hanya diberitahu untuk berhenti Googling," lanjutnya seperti yang dilansir Daily Mail.


(Bronte saat 3 minggu sebelum meninggal/Dailymail)

Bronte pertama kali dirawat di rumah sakit pada bulan September 2011 lalu dengan dugaan apendisitis, dan ia diberitahu bahwa dirinya memiliki karsinoma hepatoseluler fibrolamellar. Selama periode 16 bulan, dia diberitahu oleh dokter bahwa dia akan bertahan dengan penyakitnya dan tidak perlu khawatir tentang setelah operasi untuk mengangkat bagian dari hatinya pada bulan Desember.

Tapi, Bronte dan keluarganya tahu melalui penelitian online bahwa ada kemungkinan tinggi bahwa kanker akan kembali lagi. Akan tetapi, para dokter mengabaikannya. 

Tweet, pesan teks dan buku harian pribadi Bronte mengungkapkan ketakutannya tentang kematian karena dokter tidak menindaklanjuti kondisinya dengan serius.

Nottingham University Hospitals tempat Bronte dirawat saat ini sudah meminta maaf dan akan meningkatkan kinerja dalam membantu pasien. Kasus yang menimpa Bronte diharapkan tidak terjadi lagi. Para medis seharusnya sudah mampu mendeteksi dan mendalami perawatan yang serius terhadap pasiennya tanpa mengabaikan keterangan si pasien. (Sumarni/Dailymail)



(LOV)

Hatta Ali Merasa Difitnah

Hatta Ali Merasa Difitnah

57 minutes Ago

Menurut Hatta, dirinya datang ke Surabaya karena diminta menjadi dosen penguji dalam ujian terb…

BERITA LAINNYA