Isu Reshuffle dan Warna Warni Rapor Menteri Kabinet Kerja

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 19 Jun 2015 11:32 WIB
reshuffle kabinet
Isu <i>Reshuffle</i> dan Warna Warni Rapor Menteri Kabinet Kerja
Kabinet kerja--Antara/Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK kembali bergulir. Sinyal itu mencuat setelah Jokowi mengancam mencopot menteri saat kunjungan mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 17 Juni 2015.

Isu perombakan kabinet Jokowi sempat berhembus di awal April lalu. Adalah Wakil Presiden Jusuf kalla yang mengisyaratkan Kabinet Kerja bakal dirombak. Perombakan dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah.

"Karena masih banyak yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai kemampuannya," ucap JK, 4 Mei lalu. JK kemudian memberikan sinyal perombakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebulan berlalu, ternyata isu soal reshuffle tak meredup.  Di hari pertama bulan Ramadan, Jokowi mengatakan telah menerima laporan kinerja menteri selama eman bulan terakhir. Namun laporan dua lembar itu belum sempat dibaca oleh Jokowi

"Tadi baru saya terima tadi siang (laporan pertanggung jawaban menteri), tapi belum saya baca," kilah Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (17/6/2015).

Jokowi juga enggan membeberkan secara detail apakah laporan itu akan menjadi dasar merombak kabinet. "Kan saya sampaikan saya itu selalu mengevaluasi. Baik lewat laporan, juga saya cek di lapangan, progres-progres yang sudah saya perintahkan seperti apa, selalu seperti itu. Lapangan juga laporan juga, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan juga," terangnya.

Saat ini laporan kinerja menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla berwarna-warni. "Ada merah, kuning, hijau, biasa," terang Jokowi.

Pada 5 Mei lalu, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan Presiden Jokowi sudah punya daftar menteri yang akan ditendang dari Kabinet Kerja. Setya mengetahui hal itu dari Presiden.

"Reshuffle hak prerogatif presiden. Presiden sudah ada tadi catatannya," kata Setya usai mendampingi Jokowi meresmikan Kampus International Port Corporation (IPC) Corporate University di Gadog, Bogor, Jawa Barat.

Setya menerangkan, Presiden mengevaluasi kinerja menteri Kabinet Kerja setiap bulan. Dalam enam bulan ini Jokowi tahu menteri yang kinerjanya tidak sesuai harapan.

Sekadar diketahui ada 34 menteri yang saat ini menjadi pembantu presiden. Presiden melantik 34 menteri kabinet kerja tersebut di Istana Negara.


(YDH)