Foto: Bocah Fan Madrid Mengkartu Merah Tentara Israel

Fitra Iskandar    •    Jumat, 19 Jun 2015 11:41 WIB
fifa
Foto: Bocah Fan Madrid Mengkartu Merah Tentara Israel
(Foto: AFP/Abbas Momani)

Metrotvnews.com: Jalur diplomasi formal buntu, kali ini Palestina mencoba membuka mata dunia melalui media sosial. Mereka melakukan aksi unik. Sebagai bagian dari kampanyenya, sejumlah anak mengkartu merah tentara Israel.

Anak-anak di Desa Nabi Saleh dekat Ramallah itu mengacungkan kartu merah kepada tentara Israel yang berjaga. Sejumlah foto pun diunggah ke Twitter, dan mendapat banyak tanggapan. Aksi pada akhir Mei ini dilakukan karena kesewenang-wenangan Israel juga menghancurkan denyut sepak bola di Palestina dan mereka mendukung langkah Palestina mengajukan permintaan kepada FIFA untuk memberi sanksi kepada Israel.


(Foto: AFP/Abbas Momani)

Pasalnya, urusan politik dan pendudukan tentara Israel di Palestina bukan hanya merusak kedamaian Palestina. Negeri itu juga tak bebas bergerak dalam urusan sepak bola.


(Foto: AFP/Abbas Momani)

Tentara Israel melakukan pengawasan yang ketat bahkan kepada para pemain, dan pihak-pihak yang terlibat dalam sepak bola. Beberapa waktu lalu, beredar foto seorang wasit diikat dan ditutup matanya berlutut di bawah todongan senjata-senjata militer Israel.



Palestina terus berjuang melawan kesewenang-wenangan Israel tersebut. Presiden Federasi Sepakbola Palestina Jibril Rajoub, sudah melayangkan permintaan kepada FIFA untuk menjatuhkan sanksi larangan melakukan pertandingan internasional kepada Israel pada kongres FIFA akhir Mei lalu. Namun belakangan, Palestina menarik tuntutannya.


(Foto: AFP/Abbas Momani)

Hal itu sempat disayangkan Pengawas HAM Euro-Mediterania. Penarikan tuntutan dianggap membuat Israel lepas dari sanksi setelah Negeri Zionis itu menghancurkan fasilitas olahraga dan membunuh orang-orang Palestina termasuk sejumlah atlet, saat invasi ke Gaza musim panas lalu.



Mengenai penarikan tuntutan itu, Rajaoub mengaku bukan berarti Palestina menyerah. Masih banyak cara untuk mengangkat persoalan ini menjadi isu internasional.(al Jazeera/bbc/euro-mediterania)


(FIT)