Merdeka Cooper Gold Cari Pinjaman hingga USD100 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 19 Jun 2015 13:08 WIB
merdeka copper gold
Merdeka Cooper Gold Cari Pinjaman hingga USD100 Juta
Tambang Emas, (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal mencari utang sebesar USD80 juta hingga USD100 juta, atau setara Rp1,04 triliun-Rp1,30 triliun (asumsi kurs Rp13.000 per USD). Dana itu guna merealisasikan pengembangan konstruksi infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan yang mencapai USD126,2 juta.

Corporate Secretary Merdeka Copper Gold Ellie Turjandi mengatakan, dana konstruksi infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan perseroan mencapai USD126,2 juta. Kebutuhan dana itu akan dipenuhi dari kombinasi dana IPO dan project financing.

"Sebesar 50 persen dana IPO untuk belanja modal PT Bumi Suksesindo (BSI) sisanya ditambah melalui refinancing USD80 juta-USD100 juta akan digunakan guna menjalankan produksi tambang kita," ujar Ellie usai acara IPO perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Perseroan juga akan mencari bunga yang sangat rendah dengan tenor mencapai tiga sampai lima tahun. Perseroan saat ini mengincar bank asing dan dalam negeri guna mendapatkan pinjaman, namun perseroan memiliki harapan pinjaman mayoritas bisa didapatkan dari bank asing.

"Bisa dari keduanya. Mayoritas kita inginkan dari bank luar negeri. Kita cari bunga yang rendahlah," tutur dia.

Setelah memperoleh kebutuhan dana USD126,2 juta, perseroan bisa memulai produksi lapisan oksida yang mengandung emas dan perak secara komersial pada 2016 dengan produksi bijih rata-rata sebesar tiga juta ton per tahun. Adapun targetnya adalah produksi tahunan emas hingga 90 ribu oz dan perak sebesar 1 juta oz.

Sekadar informasi, Merdeka Copper Gold menargetkan dana segar sebesar Rp839,30 miliar melalui IPO. Dana IPO sebesar 50 persen untuk belanja modal mereka (BSI), seperti pengembangan wilayah izin usaha pertambangan (IUP), sebesar 40 persen akan digunakan untuk pembayaran kembali fasilitas pinjaman dari PT Bank DBS Indonesia dan United Overseas Bank Ltd., sisanya 10 persen untuk modal kerja, seperti biaya gaji, dan biaya administrasi umum. (MTVN/Arif W) 


(ABD)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

59 minutes Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA